Mewujudkan Kota Tangguh: Strategi DPMPTSP Menggaet Investasi Berkualitas di Forum Bisnis dan Investasi APEKSI 2026

 

Medan – Peningkatan nilai investasi daerah merupakan salah satu pilar utama dalam percepatan pembangunan kota. Menjawab tantangan strategis tersebut, APEKSI bersama Pemerintah Kota Medan menggelar Forum Bisnis dan Investasi yang dihadiri langsung oleh Kepala dan perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dari berbagai kota di Indonesia. Pada hari pertama, Forum ini terselenggara di Mal Pelayanan Publik Kota Medan.

 

Mengusung tema besar “Mewujudkan Kota Tangguh yang Berdaulat melalui Investasi Berkualitas”, agenda Forum Bisnis dan Investasi yang menjadi rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI ini memfasilitasi para pimpinan instansi untuk merumuskan langkah taktis dalam mengoptimalkan potensi wilayahnya guna menarik minat penanam modal.

 

Forum ini dikemas secara komprehensif ke dalam dua sesi utama. Pada sesi pertama, wawasan peserta diperkaya melalui talkshow yang menghadirkan diskursus lintas sektor. Dari perspektif makroekonomi, Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Muhammad Faisal, Ph.D., memaparkan strategi reposisi kota dalam rantai pasok global serta pentingnya hilirisasi investasi. Pemaparan ini turut dilengkapi oleh perwakilan Kementerian Pariwisata, Rendi Rusgian, yang membedah ceruk peluang investasi di sektor pariwisata yang kian menjanjikan.

 

Tidak sekadar berfokus pada tataran teori, forum ini juga mengedepankan studi kasus nyata. Kepala DPMPTSP Kota Surabaya, Ir. Lasidi, S.T., M.T., hadir untuk berbagi praktik baik (best practice) yang telah sukses diimplementasikan di wilayahnya. Selain itu, dimensi kolaborasi internasional turut dihadirkan melalui pemaparan Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Shahril Nizam Abdul Malek, mengenai peluang pasar lintas negara, serta arahan strategis dari Deputi Sekretaris Jenderal CITYNET, Dr. Ir. Aisa Tobing, MSc., terkait penguatan jejaring tata kota global.

 

Memasuki sesi kedua, agenda bertransformasi menjadi ruang diskusi interaktif guna merumuskan rekomendasi kebijakan. Sesi reflektif ini menjadi wadah bagi jajaran DPMPTSP untuk mengurai tantangan nyata yang kerap dihadapi di lapangan. Beberapa isu krusial yang mengemuka antara lain urgensi peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya kemampuan berbahasa asing untuk negosiasi investor global. Di sisi lain hambatan birokrasi dinilai masih membatasi beberapa ruang gerak proaktif daerah, hingga kebutuhan adaptasi pelayanan berbasis teknologi digital.

 

Secara keseluruhan, pelaksanaan Forum Bisnis dan Investasi mendapat apresiasi dari para peserta. Kehadiran narasumber dengan latar belakang beragam, mulai dari ekonom, birokrat, hingga praktisi internasional, dinilai berhasil menjawab kebutuhan esensial instansi. Melalui pemahaman yang lebih komprehensif, DPMPTSP diharapkan mampu terus bertransformasi menjadi garda terdepan yang tidak hanya prima dalam melayani perizinan, tetapi juga andal dalam mewujudkan ketangguhan ekonomi kota di mata dunia.

 

Artikel oleh:

Roidah A. Showfah

APEKSInternship Batch 8