
MEDAN – APEKSI bersama Pijar Foundation memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Medan melalui Audiensi dan Diskusi Kolaboratif Program FutureGen for Change (FGC) pada 13 Mei 2026. Bertempat di Kantor Wali Kota Medan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mendorong akselerasi inovasi serta pembangunan daerah yang berkelanjutan. Dipimpin langsung oleh Direktur Executif APEKSI, Alwis Rustam dan Direktur Inovasi Pijar Foundation, Cynthia Krisanti, kolaborasi ini mempertemukan para pemangku kepentingan guna merumuskan solusi nyata atas berbagai tantangan operasional dan kelembagaan perkotaan, tanpa harus selalu bergantung pada aplikasi digital yang berlebihan.
Rangkaian agenda strategis ini dibagi menjadi dua sesi utama yang berfokus pada pemetaan masalah dan penggalangan dukungan regulasi. Sesi pertama diawali dengan bedah isu taktis bersama Kepala BAPPEDA Kota Medan, Ferri Ichsan, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti DKP3, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kesehatan. Dalam sesi ini, dirumuskan lima tahapan utama keterlibatan pemerintah kota, mulai dari validasi kebutuhan melalui business matching hingga pelaksanaan proyek percontohan atau pilot project. Isu-isu prioritas yang berhasil dipetakan meliputi penguatan ketahanan pangan lewat urban farming, sistem peringatan dini (EWS) kebencanaan, manajemen sampah hulu-hilir, hingga penanganan stunting dan Tuberkulosis (TB).
Pada sesi kedua, komitmen ini diperkuat melalui audiensi tatap muka dengan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, guna menyelaraskan program FGC dengan visi besar daerah. Wali Kota Medan menyambut baik inisiatif ini dan mengarahkan agar ruang kolaborasi difokuskan pada sektor strategis seperti integrasi program Satu Data Kota Medan, layanan publik berbasis WhatsApp AI, dan mitigasi banjir. Sebagai tindak lanjut nyata, Pijar Foundation dan APEKSI akan segera menyusun dokumen Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) atau Terms of Reference (ToR) serta draf Nota Kesepahaman (MoU) untuk pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus. Sinergi kokoh ini diharapkan mampu melahirkan inovasi tata kelola yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat serta menjadi barometer baru bagi kota-kota lain di Indonesia. [JAS]
