Telusur Lorong Waktu dan Cahaya Lampion: Eksplorasi Malam Delegasi YCC 2025 di Jantung Surabaya

Potret Delegasi YCC saat menjelajah di Monumen Kapal Selam Surabaya

 

Selasa, 6 Mei 2025. Usai menyampaikan puluhan inovasi dalam rangkaian Bursa Ide, para delegasi Youth City Changers dari 98 kota diajak melepas penat sembari menyusuri pesona Surabaya. Perjalanan dimulai dengan menaiki bus Trans Semanggi Suroboyo, membelah hiruk-pikuk gemerlap malam kota yang tetap memancarkan nuansa syahdu. Titik labuh pertama mereka adalah Monumen Kapal Selam. Di sini, para pemuda tidak sekadar berkunjung, tetapi diajak menyelami langsung lambung KRI Pasopati 410 sembari menyimak rekam jejak sejarah dari pemandu setempat.

 

Ada satu momen yang sukses memancing decak kagum sekaligus keseruan tersendiri. Saat menjelajahi interior kapal selam yang dipenuhi mesin rumit, para delegasi harus bergantian merunduk melewati pintu antar-ruangan berbentuk lingkaran yang sangat sempit. Pengalaman autentik ini membawa imajinasi mereka pada heroisme prajurit masa lampau, mengingat kapal selam ini adalah saksi bisu perjuangan pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda.

 

Pintu lingkaran yang menghubungkan antar ruangan di Kapal Selam

 

Setelah menyaksikan pemutaran film dokumenter sejarah KRI Pasopati, petualangan berlanjut ke perairan. Para delegasi diajak menikmati keindahan malam Surabaya melalui susur Sungai Kalimas menggunakan perahu. Suasana seketika berubah menjadi romantis dan menenangkan.


Ditemani panduan sejarah mengenai sungai tersebut, pandangan peserta dimanjakan oleh pendaran cahaya lampion yang menghiasi sepanjang tepian sungai. Kebersihan air Kalimas yang terawat dengan sangat baik sukses mencuri perhatian mereka. Rute sungai yang strategis ini juga menyuguhkan lanskap ikonik seperti Taman Ekspresi dan Taman Prestasi langsung dari atas air.

 

Keindahan Sungai Kalimas yang bersih dan dihiasi dengan lampion

 

Rute perahu malam itu bersandar manis di Museum Pendidikan Surabaya. Di pekarangan museum yang dulunya merupakan sekolah Taman Siswa ini, peserta disuguhkan jamuan makan malam yang hangat. Sembari menikmati hidangan, mereka dapat melihat langsung 889 koleksi historis yang menjadi bukti perjalanan pendidikan di Indonesia, mulai dari masa pra-aksara, era klasik, kolonial, hingga kemerdekaan.

 

Potret Delegasi YCC di Museum Pendidikan Surabaya

 

Eksplorasi malam ini ternyata bukan sekadar agenda rekreasi biasa. Bagi para delegasi, melihat langsung bagaimana Surabaya menata kawasan bersejarah dan menjaga kebersihan sungainya menjadi oleh-oleh gagasan yang sangat berharga. Tata letak kota yang rapi dan terawat ini menjadi inspirasi nyata yang memantik semangat mereka untuk mengadaptasi praktik baik tersebut demi memajukan daerahnya masing-masing.

 

Roidah A’isyi Shofwah

Delegasi YCC Batch 4 & APEKSInternship Batch 8