Forum Bisnis & Investasi Ternate Tidore

 

Click here for [English] version

 

 

Transformasi Jalur Rempah: Hilirisasi, Ekonomi Biru, dan Kolaborasi Investasi Berkelanjutan

 

 

 

 

Latar Belakang

 

Ternate dan Tidore merupakan dua simpul penting dalam sejarah ekonomi dunia. Dari wilayah inilah Jalur Rempah membentuk arus perdagangan global yang menghubungkan Timur dan Barat, menjadikan Nusantara sebagai salah satu pusat komoditas bernilai tinggi seperti cengkeh dan pala. Warisan tersebut bukan hanya bagian dari masa lalu, melainkan fondasi yang masih relevan untuk membangun kembali peran kawasan ini dalam konteks ekonomi global saat ini.

 

Di luar kekuatan historisnya, Ternate dan Tidore juga memiliki modalitas yang beragam. Letaknya yang strategis di kawasan timur Indonesia menjadikannya bagian dari jaringan ekonomi maritim di kawasan Pasifik, dengan potensi kelautan dan perikanan yang signifikan. Pada saat yang sama, kekayaan budaya yang tumbuh dari sejarah kesultanan dan Jalur Rempah menghadirkan identitas yang kuat serta peluang pengembangan ekonomi berbasis warisan dan pariwisata. Kombinasi antara sumber daya alam, posisi geografis, dan karakter budaya ini memberikan dasar yang cukup untuk pengembangan ekonomi yang lebih terarah.

 

Tantangan yang dihadapi saat ini terletak pada bagaimana mengoptimalkan potensi tersebut agar memberikan nilai tambah yang lebih besar. Ketergantungan pada komoditas mentah masih membatasi kontribusi ekonomi yang dapat dihasilkan. Sementara itu, perkembangan pasar global menunjukkan kebutuhan yang semakin tinggi terhadap produk olahan, rantai pasok yang efisien, serta praktik usaha yang memperhatikan aspek keberlanjutan.

 

Dalam konteks ini, upaya transformasi melalui hilirisasi komoditas, penguatan ekonomi biru, serta pembentukan kemitraan investasi yang konstruktif menjadi semakin relevan. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembangan usaha yang lebih produktif sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

 

Sebagai bagian dari upaya tersebut, diselenggarakan Business and Investment Forum Kota Ternate dan Kota Tidore 2026 di Jakarta. Forum ini dirancang sebagai ruang pertemuan yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan calon mitra investasi untuk saling mengeksplorasi peluang kerja sama secara terbuka dan terarah. Melalui forum ini, diharapkan terbentuk pemahaman bersama mengenai potensi yang tersedia, sekaligus langkah awal menuju kemitraan yang lebih konkret.

 

Maksud dan Tujuan

 

Forum ini dimaksudkan sebagai sarana untuk memperkenalkan peluang investasi di Ternate dan Tidore kepada calon mitra dari dalam maupun luar negeri, sekaligus membuka ruang dialog yang konstruktif antara pemilik proyek dan pihak yang memiliki minat untuk berpartisipasi. Pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga pada penyediaan informasi yang cukup untuk mendukung proses penjajakan kerja sama.

 

Secara lebih spesifik, forum ini bertujuan untuk mendorong terjadinya pertemuan yang relevan antara proyek yang ditawarkan dengan calon investor yang sesuai, sehingga membuka kemungkinan tindak lanjut dalam bentuk kerja sama. Di samping itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat arah transformasi ekonomi daerah melalui pengembangan hilirisasi dan ekonomi berbasis kelautan. Dalam jangka yang lebih luas, forum ini menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan serta memperkenalkan Ternate dan Tidore sebagai kawasan yang terbuka terhadap kolaborasi investasi yang berkelanjutan.

 

Fokus Pengembangan dan Sektor Unggulan

 

Peluang Investasi Bernilai Tinggi dan Berkelanjutan

  1. Hilirisasi Pertanian dan Perikanan
    Pengembangan investasi diarahkan pada penguatan industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Ruang pengembangan mencakup industri pengolahan dan pengalengan hasil laut, pengolahan rempah serta pangan organik yang memiliki orientasi pasar ekspor, serta penguatan rantai pasok yang terintegrasi dengan dukungan teknologi. Pendekatan ini dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi proses produksi, pemanfaatan energi yang lebih baik, serta penerapan prinsip industri yang lebih berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.
  2. Ekonomi Biru dan Keberlanjutan Pesisir
    Pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir dikembangkan melalui pendekatan yang memperhatikan keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan kondisi ekosistem. Peluang investasi dapat ditemukan dalam pengembangan pariwisata bahari berbasis konservasi, upaya rehabilitasi kawasan pesisir seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang, serta pengelolaan kawasan konservasi yang memungkinkan pemanfaatan secara terbatas dan bertanggung jawab. Pendekatan ini membuka ruang bagi kegiatan usaha yang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
  3. Kolaborasi Investasi Berbasis Dampak (Impact Investment)
    Pengembangan investasi di Ternate dan Tidore diarahkan pada kemitraan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan dampak yang dihasilkan. Investasi diharapkan dapat mendorong transfer pengetahuan dan teknologi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal, serta memperkuat keterlibatan pelaku usaha daerah dalam rantai nilai yang lebih luas. Skema yang terbuka mencakup Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri, dengan pendekatan yang menekankan kerja sama jangka menengah dan panjang yang saling menguntungkan.

 
 
Kegiatan
 

 
Forum Bisnis dan Investasi yang digelar pada 24 April 2026 menjadi momentum krusial bagi Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan untuk unjuk gigi di panggung nasional. Sebagai bagian dari rangkaian “Discover the Natural Treasure Ternate Tidore”, forum ini tidak hanya sekadar ajang promosi, tetapi juga langkah nyata pemerintah daerah dalam melakukan transformasi ekonomi. Melalui visi yang selaras dengan semangat APEKSI, kedua kota ini menegaskan komitmen mereka untuk beralih dari pengiriman bahan mentah menuju hilirisasi komoditas unggulan seperti pala dan cengkeh, guna menciptakan nilai tambah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal.
 
Pemerintah Kota Ternate dan Tidore memaparkan peluang emas di sektor ekonomi biru dan pariwisata berkelanjutan yang menjadi magnet bagi para calon investor. Dengan potensi kelautan yang melimpah dan kekayaan sejarah sebagai pusat jalur rempah dunia, kedua kota menawarkan konsep investasi yang ramah lingkungan dan berbasis komunitas. Proyek strategis mulai dari pembangunan industri pengolahan ikan hingga pengembangan ekowisata bahari dipresentasikan secara komprehensif, membuktikan bahwa Ternate dan Tidore siap menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah Timur Indonesia dengan dukungan regulasi yang kolaboratif dan transparan.
 
Ketua Umum APEKSI memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini sebagai contoh konkret kolaborasi antar-pemerintah kota dalam mendorong investasi daerah. Forum ini menjadi bukti bahwa kota-kota di Indonesia memiliki daya saing global jika mampu mengemas potensi lokal dengan narasi yang kuat dan berkelanjutan. Dengan berakhirnya forum bisnis ini, diharapkan tercipta kemitraan strategis yang solid antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, demi mewujudkan Ternate dan Tidore sebagai pusat pertumbuhan ekonomi maritim yang mandiri dan berdaya saing di kancah internasional.