
Jakarta – 6 Agustus 2026. Terima kasih kepada seluruh delegasi pemerintah kota, narasumber, mitra, dan masyarakat yang telah hadir dan berpartisipasi dalam City Showcase APEKSI: Digital Leadership Dialogue 2026, bagian dari Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026. Kehadiran dan dukungan seluruh peserta menjadi energi penting dalam memperkuat kolaborasi antarkota untuk mendorong transformasi digital yang semakin berdampak. Antusiasme diskusi di ruang forum maupun di Booth APEKSI menunjukkan besarnya semangat pemerintah daerah untuk saling belajar, berbagi praktik baik, serta membangun jejaring demi menghadirkan layanan publik yang lebih baik bagi masyarakat.
Mengangkat tema “Bukan yang Paling Digital, Tapi yang Paling Berdampak”, forum ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak diukur dari banyaknya aplikasi yang dimiliki, melainkan dari sejauh mana teknologi mampu menghadirkan pelayanan yang sederhana, aman, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata. Diskusi menghadirkan berbagai perspektif mengenai tata kelola data, inovasi pelayanan publik, hingga penguatan keamanan siber sebagai fondasi kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital pemerintah.
Dalam sesi dialog, Wali Kota Bandung menyoroti pentingnya membangun transformasi digital berbasis data yang terintegrasi. Melalui pengembangan platform Satu Data, Dashboard Kewilayahan, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence, Kota Bandung menempatkan teknologi sebagai alat untuk mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sementara itu, Wali Kota Medan menegaskan bahwa digitalisasi harus memberikan dampak langsung terhadap tata kelola pemerintahan, termasuk melalui modernisasi sistem perpajakan daerah sebagai bagian dari strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga transformasi digital dapat menghadirkan pelayanan yang lebih efektif sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah dengan inovasi QRESTO.
Dari perspektif nasional, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan bahwa transformasi digital hanya akan berkelanjutan jika dibangun di atas fondasi keamanan siber yang kuat. BSSN menekankan bahwa “Cyber Resilience bukan dibangun saat terjadi serangan, tetapi jauh sebelumnya,” melalui tata kelola yang baik, penerapan security by design, peningkatan kapasitas SDM, serta kolaborasi lintas sektor. Pesan tersebut menjadi penutup yang kuat bagi forum ini: layanan digital yang paling berdampak adalah layanan yang dipercaya masyarakat, dan kepercayaan itu lahir dari kolaborasi, inovasi, serta komitmen bersama untuk membangun ekosistem pemerintahan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Materi dapat diakses melalui [Microsite]
