Rakerwil III APEKSI di Salatiga: Wujudkan Kota Tangguh

 

Salatiga — Pemerintah kota anggota Komwil III APEKSI menyatukan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan perkotaan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rakerwil III APEKSI 2026 dilaksanakan pada 22-24 Juli 2025 di Kota Salatiga dengan mengusung tema Dari Kota untuk Indonesia dan semangat Kota Tangguh Bangsa Berdaulat. Forum yang diikuti kepala daerah dari 25 kota anggota Komwil III APEKSI tersebut menjadi momentum tindak lanjut Rakernas XVIII APEKSI di Medan sekaligus memperkuat agenda bersama dalam meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan menjawab tantangan pembangunan perkotaan.

 

Dalam kesempatan ini, hasil Rakernas XVIII APEKSI 2026 Medan berupa 10 rekomendasi umum dan tematik dari forum-forum, untuk kementerian lembaga disampaikan Sekretaris Dewan Pengurus/Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam dan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh pemerintah kota untuk menjaga soliditas dan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan fiskal maupun pembangunan perkotaan. Menurutnya, rekomendasi yang telah disepakati bersama perlu segera diterjemahkan ke dalam program dan langkah konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Rekomendasi yang telah disepakati bersama harus segera diterjemahkan menjadi langkah konkret. Kita perlu menyatukan langkah agar setiap kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Robby. Ia juga menekankan pentingnya kesamaan visi antarpemerintah kota agar daerah mampu semakin adaptif, tangguh, maju, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika pembangunan.

 

Sejumlah isu strategis turut menjadi pembahasan dalam Rakerwil III APEKSI, antara lain penguatan kapasitas fiskal daerah, reformasi tata kelola pemerintahan, penguatan aparatur sipil negara, percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi digital, ketahanan terhadap perubahan iklim, serta peningkatan peran generasi muda dalam pembangunan. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, S.E., M.M., menyoroti tantangan hubungan fiskal pusat dan daerah, termasuk struktur pendapatan pajak daerah yang masih banyak bertumpu pada sektor konsumsi, beban mandatory spending, serta kebutuhan pembiayaan penyelenggaraan Pilkada. “Kalau kota maju maka Indonesia juga maju. Kota itu menjadi episentrum dan penggerak efisiensi kemajuan suatu wilayah,” ungkap Sumarno.

 

Sementara itu, Ketua Komwil III APEKSI sekaligus Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis hasil Rakernas XVIII APEKSI 2026 yang mencakup penguatan kapasitas fiskal, penataan ASN dan PPPK, percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi digital, hingga pelibatan generasi muda. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, juga menekankan pentingnya memperkuat peran ASN serta kebijakan fiskal daerah melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. “Bagaimana ASN sebagai salah satu tiang kokoh pembangunan perkotaan dari sisi birokrasi juga bisa berperan penuh dalam pembangunan perkotaan. Tentu bagaimana dengan kebijakan fiskal di masing-masing daerah itu dapat diperkuat melalui berbagai komitmen dari pemerintah daerah dan juga kolaborasi sinergi dengan pemerintah pusat, sehingga semaksimal mungkin pembangunan itu dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

 

Rakerwil III selanjutnya diarahkan untuk memperkuat program kerja Komwil III melalui empat pilar utama, yaitu Climate and Urban Resilience, Governance and Fiscal Reform, Capacity Building, serta Youth and Innovation. Keempat pilar tersebut diharapkan menjadi landasan kolaborasi antarkota dalam merespons tantangan perkotaan sekaligus mendorong lahirnya kebijakan dan inovasi yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Dari Salatiga, Komwil III APEKSI menegaskan kembali pentingnya semangat kebersamaan antarpemerintah kota untuk membangun kota yang tangguh dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi nyata terhadap terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkelanjutan.