2nd Regional Forum on Human Rights Cities in ASEAN

 

APEKSI menghadiri 2nd Regional Forum on Human Rights Cities in ASEAN: Localising Human Rights for Inclusive Development Towards Localising the ASEAN Community Vision 2045, yang diselenggarakan pada 3-4 November 2026 di Makati City, Metro Manila, Filipina. Forum internasional ini mempertemukan para pemimpin daerah, jejaring pemerintah kota, serta organisasi masyarakat sipil se-Asia Tenggara. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip hak asasi manusia ke dalam kebijakan pembangunan lokal demi mewujudkan visi komunitas ASEAN yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Dalam sesi diskusi, Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, mendorong pembahasan ke tingkat yang lebih makro dengan mengaitkan isu inklusivitas kota dengan dampak krisis lingkungan yang bersifat universal. Upaya ini memicu dialog interaktif antardelegasi mengenai bagaimana bencana lingkungan lintas batas, termasuk penanganan dampak ekologis di kawasan, saling memengaruhi ketahanan kota-kota di Asia Tenggara. Melalui diskursus tersebut, forum sepakat bahwa pemenuhan hak atas lingkungan yang sehat merupakan bagian fundamental dari hak asasi masyarakat perkotaan.

 

Dalam forum tersebut, sebuah isu spesifik dicoba dinaikkan “satu oktaf” karena dinilai telah melampaui topik inklusi kota yang biasanya dibahas. Isu mengenai “Climate Apartheid” diangkat dan kemudian dihubungkan secara tepat oleh moderator asal Timor Leste dengan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada beberapa negara di ASEAN. Kendati demikian, dialog mengenai “climate justice” pada akhirnya tetap dapat diterima sebagai bagian dari pokok pembahasan utama dalam pertemuan di Makati tersebut.