Menjawab Krisis Iklim dan Sampah: 25 Wali Kota Komwil III APEKSI Rumuskan Ketahanan Perkotaan di Bogor

 

Sebanyak 25 Wali Kota dan delegasi pemerintah kota Komwil III APEKSI berkumpul di Kota Bogor pada 28-29 September 2026 dalam agenda Mayors Talk APEKSI ke-45: Climate and Urban Resilience. Berlangsung di Balai Kota Bogor dan IPB International Convention Center, forum strategis ini memusatkan perhatian pada penguatan daya tahan kota dalam menghadapi perubahan iklim global serta fenomena cuaca ekstrem El Nino dan La Nina. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim selaku tuan rumah menegaskan bahwa di tengah dinamika fiskal dan keterbatasan anggaran daerah, sinergi antarkota mutlak diperlukan guna mengembalikan dan memperkuat status kota tangguh.

 

Fokus pembahasan forum juga tertuju pada transformasi tata kelola persampahan dari hulu ke hilir. Kota Bogor membagikan praktik baik transisi menuju controlled landfill, integrasi waste station digital, hingga percepatan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Ruang kolaborasi turut dibuka bagi generasi muda dan pelaku ekonomi sirkular agar aktif menjadi agen mitigasi bencana lingkungan. Dari perspektif kepemimpinan, Ketua Komwil III APEKSI sekaligus Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengingatkan bahwa fondasi ketahanan kota berakar pada integritas para pengambil kebijakan dalam melahirkan terobosan di tengah tantangan anggaran.

 

Sebagai keluaran utama, pertemuan ini menghasilkan Komunike Bogor 2026, yaitu dokumen rekomendasi dan usulan kebijakan strategis yang akan diserahkan kepada kementerian terkait di tingkat nasional. Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam menyampaikan bahwa forum ini tidak sekadar menjadi ajang bertukar pengalaman (horizontal learning), melainkan wahana advokasi daerah dalam memperjuangkan solusi terkait Transfer ke Daerah (TKD) dan infrastruktur hijau. Komitmen bersama ini turut diapresiasi oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq sebagai langkah selaras dalam menjaga stabilitas lingkungan dan ketahanan pangan nasional.

 

Materi dapat diakses melalui [eLibrary]