
Pertanyaan ini menjadi fokus utama dalam perhelatan FutureGen for Change (FGC) 2.0, sebuah platform inovasi terbuka yang menghubungkan para inovator dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan dan menguji solusi berbasis teknologi terhadap berbagai persoalan urban. Pada 15–17 September 2026 di Jakarta, 24 finalis terpilih dari FGC 2.0 mengikuti rangkaian bootcamp dan curated matchmaking. Momen ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan para inovator secara langsung dengan Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Kota Malang, dua kota yang menjadi lokus utama pengujian inovasi dalam program ini.
Komitmen untuk mempercepat lahirnya solusi perkotaan ini turut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kemitraan Strategis antara APEKSI dan Pijar Foundation. Kesepakatan penting ini ditandatangani langsung oleh Alwis Rustam selaku Direktur Eksekutif APEKSI bersama Cazadira F. Tamzil, Direktur Eksekutif Pijar Foundation. Kemitraan ini dirancang sebagai jembatan kokoh yang memastikan ide-ide brilian dari para talenta muda mendapatkan dukungan struktural untuk diuji coba bersama ekosistem pemerintahan kota.
Dalam sambutannya, Alwis Rustam memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme para inovator yang bersedia turun tangan untuk memahami persoalan kota secara langsung demi meramu solusi yang relevan. Ia menaruh harapan besar agar proses matchmaking ini terus berlanjut mulus hingga tahap implementasi, sehingga inovasi yang lahir mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga. Perjalanan ini adalah wujud nyata sebuah kolaborasi progresif: dari ide, bertemu dengan persoalan kota; dari inovasi, menuju solusi yang bisa diterapkan.
