Arca Dwarapala; Makna Mendalam Kesenian Hindu Budha yang Berdampak Pada Etos Manusia

Dokumentasi Pribadi Penulis

Dalam kesenian hindu dan budha, memiliki beragam bentuk dari kesenian. ada kesenian tari, musik, seni lukis, patung/ arca, dan lainnya. Patung / arca di dalam keragaman hindu budha memiliki beragam bentuk, salah satunya adalah Arca Dwarapala. Arca Dwarapala merupakan patung penjaga dalam tradisi hindu budha. secara etimologis, Dwarapala terdiri dari 2 suku kata yakni Dwara dan Pala. Dwara artinya dua, sedangkan pala artinya pintu. secara  istilah berarti, 2 penjaga pintu candi Hindu Budha. Arca Dwarapala ini sering dijumpai di setiap candi ataupun halaman candi yang menggambarkan sebuah gerbang atau pintu masuk dari sebuah candi. 

 

 

Namun, patung ini sebenarnya memiliki makna mendalam. Secara makna dari sebuah arkeolog, Arca Dwarapala memiliki makna tentang kebaikan dan kesucian. Dimana arca tersebut menginginkan manusia yang datang ke dalam candi itu memiliki sifat baik. jika yang masuk adalah kejahatan, atau orang jahat, maka akan diusir oleh arca tersebut. Secara wujud dan bentuk arca, memiliki tubuh yang kekar, mata yang melotot dan seperti berpakaian rapi dan memiliki hiasan di dalam pakaiannya. Banyak jenis jenis dari Arca Dwarapala yang mana ada yang memiliki perangai senyum. Terdapat juga aksesoris pada arca seperti senjata dan perisai. Di dalam foto tersebut, Arca Dwarapala berbentuk kekar, memiliki pakaian yang punya hiasan, selain itu memiliki senjata dan perisai dan posisi patung duduk di sebuah kursi. Bentuk ini memiliki makna bahwa Arca Dwarapala sedang menjaga pintu yang bertujuan mengusir kejahatan dan keburukan di dalam candi, dan patung sedang bersiap siaga untuk menjaga apa yang ada di dalam candi.

 

 

Dari makna dan filosofis arca tersebut, itu memiliki dampak langsung pada masyarakat adat maupun masyarakat sekarang tentang etika dan moralitas sebagai manusia. Kita sebagai manusia memiliki batasan diri untuk mewujudkan kebaikan dan keburukan nya sendiri. Kebaikan harus dibangun oleh dasar diri manusia untuk menyesuaikan fitrah dan ajaran tuhan. Namun, keburukan itu datang dari sesuatu hal yang mistis, hal yang tidak berwujud dan di bawah alam sadar manusia. Untuk terus menerus mendorong sifat maupun karakter yang baik, maka seseorang memerlukan lingkungan yang baik, kesabaran, dan perilaku yang berakhlak mulia. Kebaikan tersebut tidak dalam bentuk yang memiliki wujud pasti, namun dapat dirasakan oleh setiap orang. 

 

 

Didalam makna pintu pada budaya hindu budha, bahwa pintu dianggap sebagai sebuah petunjuk yang baik. Dimana pintu tersebut mengarahkan seseorang pada jalur baik, diilustrasikan pintu sebagai sebuah cahaya pagi yang menyinari manusia. Akhlak dan perilaku kebaikan manusia, itu dapat sesuai dengan ilustrasi budaya tersebut. Manusia harus berperilaku mengikuti cahaya pagi. Dimana cahaya pagi itu memberikan manfaat dan memberikan kebaikan kepada manusia. Maka pemaknaan secara kosmologis, memberikan dampak nyata untuk manusia terapkan di lingkungan nya. 

 

Daffa Hatimurrazi
APEKSInternship Batch 8