
Kadang kita lupa, bahwa SDGs bukan sekadar agenda global, melainkan persoalan nyata yang sehari-hari saya lihat dan dengar langsung di kota: kemiskinan, stunting, pengangguran, polusi udara, tumpukan sampah, hingga kesenjangan digital. Semua itu adalah wajah pembangunan yang harus ditangani pemerintah kota bersama warganya.
Dalam Konsultasi Publik RAN SDGs 2025–2030 pada 27 Agustus 2025 di Gedung Kementerian PPN/Bappenas Jakarta, saya hadir mewakili APEKSI. Di forum tersebut, Wamen PPN/Bappenas Febrian A. Ruddyard menegaskan target besar Indonesia: keluar dari middle income trap menuju Indonesia Emas 2045. Sementara Deputi Leonardo Teguh Sambodo menekankan bahwa RAN SDGs akan menjadi peta kolektif yang menghubungkan pusat–daerah, pemerintah–swasta, hingga komunitas lokal.
Sebagai perwakilan APEKSI, saya menyampaikan beberapa hal penting dari perspektif kota-kota:
- SDGs harus benar-benar dilokalisasi ke dalam RPJMD dan RKPD, agar target global terasa nyata dalam perencanaan daerah.
- Dukungan pendanaan yang adil dan inovatif perlu difasilitasi, mengingat banyak kota menghadapi keterbatasan fiskal.
- Penguatan data perkotaan mutlak diperlukan agar capaian dapat diukur secara transparan dan akuntabel.
- Isu-isu khas perkotaan seperti kemiskinan ekstrem, stunting, polusi, pengelolaan sampah, hingga transformasi digital, perlu mendapat perhatian khusus.
- Kolaborasi multipihak sangat penting, dengan insentif nyata untuk mendorong kontribusi swasta, filantropi, akademisi, maupun komunitas lokal
Bagi kota-kota, SDGs bukan sekadar target di atas kertas. Ia adalah denyut kehidupan sehari-hari: tentang anak-anak yang tumbuh sehat, udara yang bisa kita hirup tanpa cemas, jalan yang aman dilalui, dan kesempatan yang terbuka bagi siapa saja. Dan bagi kita semua, SDGs adalah milik bersama. Ia hanya bisa terwujud bila kita saling menggandeng tangan, pemerintah, warga, swasta, komunitas, akademisi, hingga filantropi bergerak dalam satu arah. Sebab masa depan yang kita perjuangkan, sejatinya adalah kehidupan yang lebih baik bagi setiap orang, di setiap kota, mulai hari ini.
Artikel oleh:
Sofyan Hanafi
#APEKSInternship Batch 7
