
APEKSI terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian fiskal daerah melalui peluncuran buku PAD Kota Kita: Bukan Sekadar Angka. Inisiatif ini bukan hanya sekadar dokumentasi, melainkan panduan strategis bagi kota-kota di Indonesia untuk mereplikasi praktik terbaik dalam mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mengingat kemandirian fiskal diprediksi tetap menjadi tantangan besar di tahun 2026, buku ini menjadi instrumen krusial bagi para pemimpin kota untuk saling belajar dan memperkuat struktur keuangan daerah mereka.
Semangat kolaborasi ini diwujudkan secara nyata oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, saat berkunjung ke Sekretariat Direktorat APEKSI di Jakarta pada Senin (19/1). Dalam pertemuan tersebut, beliau menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari kesuksesan kota-kota champion PAD, seperti Kota Malang. Dengan didampingi jajaran pimpinan Bapenda, Bappeda, dan Dinas Perhubungan, Wali Kota Bengkulu menegaskan bahwa inovasi dalam menggali potensi daerah adalah kunci utama agar kota tidak terus bergantung pada pendanaan pusat.
Menariknya, Wali Kota Bengkulu mengusulkan skema pembelajaran kolektif sebagai langkah efisiensi dan percepatan replikasi inovasi. Dengan belajar bersama ke satu kota tujuan, proses transfer ilmu antar-pemerintah kota dapat berjalan lebih masif dan terarah. Di tengah tuntutan efisiensi anggaran saat ini, inovasi dan sinergi antar-pemerintah daerah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk mewujudkan kemandirian fiskal yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.
