Pembangunan Kota Berkelanjutan | Sustainable Urban Development
Thursday May 13, 2021

United Nations Development Programme (2015) mengatakan bahwa jumlah penduduk dunia telah mencapai 7,3 miliar jiwa dan akan terus meningkat. Sedangkan penduduk Indonesia sendiri pada tahun 2015 telah mencapai angka 245,6 juta jiwa. Diperkirakan hampir 60% dari total jumlah penduduk tersebut hidup di perkotaan. Seiring dengan tingginya pertumbuhan penduduk di perkotaan, maka diperkirakan perkotaan akan menghadapi tantangan yang semakin berat ke depan. Persoalan yang selama ini sudah menjadi isu besar perkotaan, seperti transportasi, pengelolaan sampah, sanitasi dan drainase, administrasi kependudukan, keamanan dan masih banyak lagi, akan semakin membutuhkan penanganan yang serius.

Salah satu fenomena yang sangat mempengaruhi kualitas lingkungan perkotaan adalah perubahan iklim. Bencana iklim yang dirasakan lingkungan perkotaan semakin tinggi seiring perjalanan waktu. Perkotaan dengan tren jumlah penduduk yang semakin tinggi juga diprediksi menjadi wilayah yang semakin rentan atau diperkirakan kerugian yang ditimbulkan semakin besar. Sehingga langkah antisipasi dalam menghadapi dan mengurangi risiko yang dihadapi harus dilakukan. Upaya yang dibangun APEKSI dalam membangun kesadaran pemerintah kota dan membantu menyiapkan perangkat kebijakan daerah yang mengakomodir kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana iklim ini juga perlu ditingkatkan. Mengingat perkotaan Indonesia mayoritas berada di wilayah pesisir dan rentan terhadap dampak perubahan iklim tersebut, maka upaya pendampingan juga harus diperluas dan ditingkatkan.

Millennium Development Goals (MDGs) yang telah berakhir tahun 2015 lalu dan dilanjutkan Sustainable Development Goals (SDGs) mulai 2016 ini menjadi tantangan baru pemerintah baik pusat dan daerah untuk menterjemahkan dalam rencana pembangunannya. SDGs yang disepakati pada KTT Rio+20 tahun 2012 dan ditargetkan hingga tahun 2030, perlu segera menjadi referensi dalam penyusunan berbagai rencana pembangunan pemerintah dan dilaksanakan dengan benar dan tepat. Belajar dari MDGs lalu, dimana Indonesia cukup terlambat dalam pelaksanaannya, maka diharapkan pemerintah cukup sigap dan kreatif dalam memanfaatkan SDGs ini menjadi acuan penyusunan berbagai rencana pembangunan. SDGs yang memiliki 17 tujuan dan 169 target ini sesungguhnya cukup holistik meliputi seluruh bidang pembangunan. Jika dikelola dengan baik maka pemahaman, penyerapan dan penerapan SDGs dalam proses pembangunan kita, akan sangat membantu dalam mencapai terwujudnya lingkungan yang lebih sehat dan masyarakat yang sejahtera.

Sekali lagi pemerintah kota Indonesia masih banyak membutuhkan peningkatan pemahaman dalam berbagai isu tersebut baik dalam peningkatan kapasitas maupun melalui proses berbagi informasi, pengetahuan dan pengalaman dalam jejaring yang kuat yang melibatkan berbagai pihak. Proses yang sudah dibangun selama ini dirasa sudah menjadi pondasi yang cukup untuk meningkatkan model fasilitasi ke depan dengan terus meningkatkan kapasitas, kualitas serta jangkauan pemerintah kota yang semakin luas. Aset yang sudah dimiliki seperti kemampuan memfasilitasi, Kelompok Kerja Perubahan Iklim, jaringan Indonesia Climate Alliance harus terus dioptimalkan perannya. Selama 4 APEKSI terus mengembangkan kerjasama dengan lembaga mitra dalam penguatan ketahanan kota, seperti dengan USAID - APIK, ICLEI, Mercy Corps Indonesia dan sebagainya serta terus membangun kemitraan strategis dengan lembaga pemerintah, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian PPN/Bappenas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan sebagainya dan proses dialog untuk mewujudkan kebijakan yang lebih sesuai kebutuhan daerah.

The United Nations Development Program (2015) states that the world's population has reached 7.3 billion people and will continue to increase. Meanwhile, Indonesia's population in 2015 has reached 245.6 million. It is estimated that nearly 60% of the total population live in urban areas. In line with the high population growth in urban areas, it is estimated that cities will face increasingly tough challenges going forward. Issues that have become major urban issues, such as transportation, waste management, sanitation and drainage, population administration, security and many more, will increasingly require serious handling.

One of the phenomena that greatly affects the quality of the urban environment is climate change. The climate disaster felt by the urban environment is getting higher over time. Cities with a higher population trend are also predicted to become more vulnerable areas or it is estimated that the resulting losses will be greater. So that anticipatory steps in dealing with and reducing the risks faced must be taken. The efforts made by APEKSI in building awareness of the city government and helping to prepare regional policy instruments that accommodate preparedness in the face of climate disasters also need to be improved. Given that the majority of Indonesian cities are located in coastal areas and are vulnerable to the impacts of climate change, assistance efforts must also be expanded and increased.

The Millennium Development Goals (MDGs), which ended in 2015 and continued with Sustainable Development Goals (SDGs) starting in 2016, are a new challenge for both central and local governments to translate their development plans. The SDGs agreed upon at the Rio + 20 Summit in 2012 and targeted to 2030, need to immediately become a reference in the preparation of various government development plans and implemented correctly and appropriately. Learning from the previous MDGs, where Indonesia was quite late in its implementation, it is hoped that the government will be quite alert and creative in utilizing the SDGs as a reference for the preparation of various development plans. SDGs which has 17 goals and 169 targets is actually quite holistic covering all fields of development. If managed properly, understanding, absorption and application of SDGs in our development process will greatly assist in achieving a healthier environment and a prosperous society.

Once again, the Indonesian municipal government still needs to increase understanding of these various issues both in capacity building and through the process of sharing information, knowledge and experiences in a strong network involving various parties. The process that has been built so far is considered to be a sufficient foundation for improving the facilitation model in the future by continuing to increase the capacity, quality and reach of the wider city government. The existing assets such as the ability to facilitate, the Climate Change Working Group, the Indonesia Climate Alliance network must continue to be optimized. For 4 years APEKSI has continued to develop cooperation with partner institutions in strengthening city resilience, such as with USAID - APIK, ICLEI, Mercy Corps Indonesia and so on and continues to build strategic partnerships with government agencies, such as the Ministry of Environment and Forestry, Ministry of National Development Planning / Bappenas, National Agency Disaster Management, etc. and a dialogue process to create policies that are more appropriate to regional needs.

black shapes

Mitra | Partners

kppodbnnbpomposindonesiagizicleiicmaueuclg-ascpagcomiucunescounisdrworldbankicldu pertaminaiktiiantheusinmarkcommcitiasiaqlueindosatooredoonodefluxtafpusad paramadinaliputan6katadataiap2idcartenz groupcaasystemiqkinaryahukumonlinedotcomjustika

black shapes

apeksi logo anggota

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia | Association of Indonesia Municipalities

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Rasuna Epicentrum Complex 
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan Area
Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | +62-21 8370 4703
Fax: +62-21 8370 4733
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


Kantor buka 4 hari dalam seminggu Senin - Kamis dengan berganti personil dalam rangka penerapan PSBB/PPKM DKI Jakarta dan kami dapat dihubungi di email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. | The office open 4 days a week Monday - Thursday with personnel shift due the implementation of Jakarta Province's large-scale social restrictions and we can be contacted by email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


 
personil apeksi
 

 
apeksipeta

Flag Counter




PROFIL APEKSI | APEKSI PROFILE

profil apeksi 2021

Profil dalam Bahasa Indonesia | Profile in English 

Proposal

igef2021

INDONESIA GENUINE FESTIVAL (IGEF) akan dilaksanakan pada 3 - 5 September 2021 di Kota Manchester, Inggris. 

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui IGEF 2021 atau klik pada poster. 

 

© 2000-2021 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia - AIM | Association of Indonesia Municipalities