Komwil | Region V
Thursday May 13, 2021

komwil 5

Komisariat Wilayah V terdiri dari 9 Pemerintah Kota | Regional Commissariat V consists of 9 Municipal Governments

sek komwil 1

JAKARTA. Rapat Koordinasi (Rakor) Direktorat Eksekutif dan Sekretariat Komwil I-IV diselenggarakan pada Kamis, 22 April 2021 dengan melaksanakan Protokol Kesehatan.

sek komwil 2

Pada rakor ini, Walikota Tidore Kepulauan selaku Ketua Komwil VI yang terpilih pada Muskomwil VI APEKSI 2021 di Gorontalo memperkenalkan diri dan menyampaikan rekomendasi serta masukan, agenda lainnya adalah penyampaian Program dan Kegiatan Direktorat Eksekutif dan Komwil untuk diselaraskan.

sek komwil 3

Hadir dalam rakor para Sekretariat Komwil, antara lain: Pekanbaru - Komwil I, Lubuklinggau - Komwil II, Tegal - Komwil III, Tarakan - Komwil V dan Sekretariat Komwil VI. 

kolaborasi 9 walikota kalimantan

Ada pemandangan menarik dari suasana Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Raker Komwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Pontianak, Kalimantan Barat, 24-25 Maret 2021.  

Dari pantauan, suasana kekeluargaan dan jauh dari kesan formal terlihat di wajah-wajah “Sembilan Wali” (9 orang wali kota) se-Kalimantan. Pada setiap kesempatan di sela-sela rapat kerja tersebut, para wali kota terlihat kompak dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selain membahas topik serius terkait persoalan SIPD (Sistem Informasi Pembangunan Daerah) dan isu strategis terkait implementasi kebijakan penyederhanaan birokrasi di daerah, pada Raker di Kota Khatulistiwa ini jadi ajang untuk saling belajar dan bertukar pikiran antar sesama kepala daerah, terutama dalam menghadapi pandemi dan upaya membangkitkan ekonomi serta penanganan Covid-19 di kota masing-masing.

Dalam sambutan Ketua Dewan Pengurus APEKSI Bima Arya (Wali Kota Bogor) di hadapan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan seluruh peserta menyatakan hasratnya untuk belajar dan mampir ke Kota Singkawang selepas Raker di Pontianak melalui jalur darat. 

Alasan Ketua APEKSI menyempatkan diri melakukan lawatan singkat ke Singkawang memang sangat beralasan. Kota tersebut memang sudah sangat dikenal sebagai salah satu kota paling rukun dan toleran di Indonesia, dan banyak potensi pariwisata kultural di sana. 

Sementara sebaliknya, Kota Singkawang juga dapat belajar dengan Kota Bogor yang telah dijadikan referensi kota lain dalam mencapai target pembangunan dan diganjar dengan aneka penghargaan setiap tahunnya.

Kedua kota ini, Bogor dan Singkawang memiliki kesamaan dari segi kekuatan kultural masyarakatnya. Selain sama-sama mewarisi warisan budaya sebagai “Kota Pusaka Indonesia”, kedua kota ini memiliki event besar tahunan yang sama, yakni Festival Cap Go Meh yang menjadi salah satu kalender pariwisata nasional Visit Indonesia. 

Setiap tahun pesta rakyat di kedua kota tersebut sangat meriah dan dihadiri masyarakat luas, serta para tokoh dan pejabat publik. Hanya saja, seperti berbagai kegiatan besar lainnya, kemeriahan Festival Cap Go Meh tahun ini, baik di Kota Singkawang ataupun di Kota Bogor harus dibatalkan karena situasi pandemi.

“Saya belajar banyak dari Wali Kota Bogor Bapak Bima Arya, tentang berbagai hal. Sesama wali kota kami juga sama-sama mengurus warga yang beragam dan pengalaman dalam menjaga kerukunan dan melayani warga di kota masing-masing,” ujar Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.

Di tempat yang sama, Ketua APEKSI Bima Arya juga menyatakan, suasana belajar dalam keakraban persahabatan sesama anggota APEKSI ini yang sangat dijaga. 

“Ibu Wali Kota Singkawang sangat open minded dan terbuka untuk berbagi pengalaman. Saya sempatkan berkunjung ke sini, melihat dan bertemu aparat pemerintahan, pelaku ekonomi dan warga di Singkawang. Saya banyak belajar dari upaya-upaya beliau menjaga keberagaman yang merupakan modal utama kemajuan di Singkawang,” kata Bima. 

Lebih jauh Ketua APEKSI mengatakan, “Kota-kota di Indonesia memiliki dinamika yang berbeda-beda. Sementara setiap anggota APEKSI harus dapat merawat keragaman kota dan dinamika warganya yang juga berbeda-beda, demi mewujudkan kemajuan bersama. Kita tidak hanya fokus dengan pembangunan fisik saja. Namun pembangunan manusia dan karakter bangsa, juga merupakan misi utama APEKSI”, tegasnya.

“Jika kita dapat merawat kekayaan dari keragaman kita, maka kolaborasi sesama walikota adalah kata kunci bagi kemajuan bersama dan kesejahteraan kota-kota di seluruh Indonesia. Sehingga, kompetisi kita menjadi lebih luas, dan dapat bersaing dengan kota-kota di dunia”, pungkas Bima. (*)

rakerkomwilv pontianak

PONTIANAK. Komisariat Wilayah V menyelenggarakan Rapat Kerja Komisariat Wilayah V dengan tema "Melalui Rapat Kerja Komisariat Wilayah V APEKSI Regional Kalimantan Kita Mantapkan Kesiapan Implementasi SIPD Dan Penyerdahanaan Birokrasi" pada 24-25 Maret 2021 di Kota Khatulistiwa, Pontianak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Malam Ramah Tamah atau Gala Dinner, Pemerintah Kota Pontianak selaku tuan rumah menyuguhkan tarian, makanan khas Kota Pontianak dan hiburan musik khas Melayu. Malam ramah tamah diakhiri dengan Penyerahan Cinderamata dari masing-masing Kota di Kalimantan (24/03).

Sebelum Rapat Kerja, Walikota Pontianak mengajak peserta bersepeda pagi untuk berolah raga dan sambil menikmati suasana/pemandangan Kota Pontianak sekaligus kegiatan penanaman pohon dan sarapan bersama di Plaza Taman Sepeda (25/03).

Rapat Kerja Komisariat Wilayah V diawali dengan dengan rangkaian Pembukaan, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars APEKSI, sambutan-sambutan: Walikota Pontianak selaku Tuan Rumah, Ketua Komwil V - Walikota Tarakan, Ketua Dewan Pengurus - Walikota Bogor dan Gubernur Provinsi Kalimantan Barat sekaligus meresmikan rapat kerja.

Setelah rangkaian pembukaan, dilanjutkan dengan pemaparan dari Walikota Pontianak mengenai Best Practice Keberhasilan Pemerintah Kota Pontianak dalam Penataan Wiiayah Kumuh dan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang menyampaikan Penyerderhanaan Birokrasi di Pemerintah Daerah sebagai amanah dari Presiden Republik Indonesia serta tanya jawab.

Pembahasan Program dan Rekomendasi Raker Komwil V dilaksanakan setelah ishoma dan sambutan penutupan disampaikan oleh Ketua Komwil V - Walikota Tarakan.

Kegiatan dihadiri oleh seluruh Pemerintah Kota se-Kalimantan: Pontianak, Singkawang, Banjarmasin, Balikpapan, Banjarbaru, Tarakan, Samarinda, Palangkaraya dan Bontang.

 

 

 

 

rakerkomwilv pontianak

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya menghadiri Rapat Kerja Komisariat Wilayah V Apeksi Regional Kalimantan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (25/3/2021).

Raker ini diikuti sembilan wali kota se-Kalimantan, yakni Wali Kota Pontianak, Singkawang, Banjarmasin, Balikpapan, Banjarbaru, Tarakan, Samarinda, Palangkaraya dan Bontang.

Dalam kegiatan yang dibuka secara resmi Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji ini membahas berbagai hal, salah satunya terkait dengan implementasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) yang dinilai banyak memiliki persoalan di lapangan.

“Saya menyampaikan beberapa hal yang menjadi agenda utama. Pertama, adalah terkait dengan implementasi SIPD yang saat ini menjadi fokus pemerintah pusat. Di daerah, kami para anggota Apeksi menilai bahwa SIPD ini menimbulkan banyak persoalan terkait dengan realisasi implementasinya di lapangan,” ungkap Bima Arya.

SIPD, kata Bima, sebenarnya sangat baik. Tujuannya untuk mengoptimalkan pemanfaatan data dan informasi pembangunan daerah “Namun kami lihat tidak cukup fleksibel yang bisa mengakomodir inovasi, potensi lokal dan akselerasi dalam pemulihan ekonomi. Dan saya menyayangkan juga tidak ada perwakilan dari Kemendagri yang menyampaikan penjelasan, mendadak dibatalkan tidak ada kehadirannya secara langsung maupun online,” ujar Wali Kota Bogor ini.

“Padahal kami berharap ini saatnya untuk menjelaskan SIPD kepada semua. Dalam hal ini pengurus pusat Apeksi akan terus mengkomunikasikan dengan pemerintah pusat agar terjadi akselerasi antara penerapan SIPD ini yang banyak persoalan di daerah. Kita juga belum mendapatkan panduan atau manual book untuk pelaksanaan SIPD di wilayah,” tambahnya.

Selain soal SIPD, raker tersebut juga mendorong agar penyederhanaan birokrasi dilakukan secara aturan yang jelas. “Memperhitungkan faktor-faktor yang terjadi di daerah, seperti kesesuaian antara jumlah eselon III, IV dan jumlah OPD/dinas. Tadi juga dibahas langkah-langkah penanganan Covid-19. Daerah saling bertukar pengalaman dan harus berkolaborasi,” tandasnya.

Sementara itu, dalam sambutan pembukaan Raker Apeksi, Gubernur Kalbar Sutarmidji berharap Apeksi di bawah kepemimpinan Wali Kota Bogor Bima Arya ini bisa maju pesat dan memberikan kontribusi bagi kemajuan tata kelola pemerintahan. "Kita harus sampaikan apa yang harus kita sampaikan, kita harus lakukan yang harus kita lakukan," kata Sutarmidji.


Artikel terkait: Catatan Dari Raker Kowmil V di Kota Khatulistiwa

black shapes

Mitra | Partners

kppodbnnbpomposindonesiagizicleiicmaueuclg-ascpagcomiucunescounisdrworldbankicldu pertaminaiktiiantheusinmarkcommcitiasiaqlueindosatooredoonodefluxtafpusad paramadinaliputan6katadataiap2idcartenz groupcaasystemiqkinaryahukumonlinedotcomjustika

black shapes

apeksi logo anggota

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia | Association of Indonesia Municipalities

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Rasuna Epicentrum Complex 
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan Area
Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | +62-21 8370 4703
Fax: +62-21 8370 4733
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


Kantor buka 4 hari dalam seminggu Senin - Kamis dengan berganti personil dalam rangka penerapan PSBB/PPKM DKI Jakarta dan kami dapat dihubungi di email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. | The office open 4 days a week Monday - Thursday with personnel shift due the implementation of Jakarta Province's large-scale social restrictions and we can be contacted by email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


 
personil apeksi
 

 
apeksipeta

Flag Counter




PROFIL APEKSI | APEKSI PROFILE

profil apeksi 2021

Profil dalam Bahasa Indonesia | Profile in English 

Proposal

igef2021

INDONESIA GENUINE FESTIVAL (IGEF) akan dilaksanakan pada 3 - 5 September 2021 di Kota Manchester, Inggris. 

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui IGEF 2021 atau klik pada poster. 

 

© 2000-2021 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia - AIM | Association of Indonesia Municipalities