Hukumonline
Monday December 06, 2021

outlook kolaborasi mandiri fyron

apeksixhol 1

APEKSI dan Hukumonline menyelenggarakan webinar: Refocusing dan Realokasi Anggaran dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional pada Kamis, 19 Agustus 2021 secara daring/virtual.

Ketua Dewan Pengurus APEKSI/Walikota Bogor menyampaikan refocusing dan realokasi secara substansi dipahami karena menunjang target untuk penanganan COVID-19, dari segi keuangan jadi esensinya sangat bisa dipahami dan daerah pun memang harus setengah dipaksa untuk melakukan itu.

apeksixhukumonline 19082021

APEKSI bersama Hukumonline menyelenggarakan webinar: Refocusing dan Realokasi Anggaran dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, pada:

Hari/Tanggal: Kamis, 19 Agustus 2021
Waktu: 13.00 - 15.30 WIB
Platform: Zoom Webinar dan Youtube: APEKSI Official
Registrasi: bit.ly/WebinarHOLAPEKSI2

Keynote:
- Ketua Dewan Pengurus APEKSI/Walikota Bogor
- COO Hukumonline

Narasumber:
- Walikota Padang
- Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan
- Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri

#APEKSInergi

 apeksixkoneksi

Memperingati Hari Perempuan Internasional, The Asia Foundation dan Hukumonline.com Group bekerja sama dengan Apeksi (Assosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) menggelar web Seminar (Webinar) dengan tema 'Akses Keadilan melalui Teknologi bagi Perempuan Korban Kekerasan' secara daring, Selasa (16/3/2021).

Webinar yang dibuka Ketua Apeksi, Bima Arya ini membahas mengenai bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan, strategi, pengalaman, upaya perlindungan hukum dan kebijakan pemerintah dalam menyediakan layanan bagi korban.

Tak ketinggalan penjelasan terkait KONEKSI, platform daring yang menghubungkan mitra advokat pro bono justika.com dengan korban kekerasan melalui konsultasi hukum gratis via chat dan telepon.

"Hal yang paling penting dalam hal kekerasan pada perempuan, yakni edukasi dan advokasi," ujar Bima Arya yang juga Wali Kota Bogor.

Bima Arya mengatakan, edukasi dibutuhkan karena berdasarkan pengalaman kepala daerah di Indonesia, salah satu yang menjadi persoalan yakni terbatasnya pemahaman dari warga tentang definisi atau nomenklatur tentang kekerasan dalam rumah tangga atau kekerasan terhadap perempuan.

"Banyak yang mengartikan kekerasan terhadap perempuan hanya sebatas pada kekerasan fisik saja, jadi kalau ada kekerasan psikis atau mungkin kekerasan seksual itu tidak menjadi bagian hal yang harus dibela," tuturnya.

Bima Arya menjelaskan, padahal terlihat dalam keseharian warga kejadian seperti itu sering terjadi. Hal yang paling menarik di masa pandemi Covid-19 ini paling tidak di Kota Bogor meningkatnya kasus-kasus atau laporan kasus kekerasan secara psikis, sementara kekerasan fisik menurun.

"Sebagian perempuan yang sudah tercerahkan dan teredukasi kemudian melaporkan ini, melaporkan kekerasan psikis. Ini penting untuk sama-sama kita dorong dan gencarkan bagaimana warga bisa memahami kekerasan rumah tangga terbagi dalam kekerasan psikis dan fisik," jelasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki P2TP2A, di sinilah biasanya hal-hal terkait kekerasan perempuan dan kekerasan rumah tangga masyarakat difasilitasi dan dilindungi. Namun harus dipahami bersama, ASN dalam struktur OPD memiliki banyak keterbatasan, terutama terkait regulasi dan keahliannya tentu tidak sedalam seperti orang-orang yang sehari-harinya menggeluti persoalan hukum terkait kekerasan terhadap perempuan.

"Kami pun melihat UU Nomor 23/2004 mengenai penghapusan kekerasan dalam rumah tangga belum secara maksimal, belum optimal diturunkan ke aturan secara teknis dan proses advokasinya. Jadi kita perlu berkolaborasi dan bersinergi, Pemkot tidak bisa jalan sendiri untuk menyelesaikan dua agenda besar, yakni edukasi dan advokasi," terangnya.

Ia menambahkan, Apeksi sangat berbahagia dan optimis dengan diluncurkannya platform KONEKSI ini. Mengingat platform KONEKSI ini dapat mempertemukan semua yang berkepentingan, warga, pemerintah, praktis hukum dan seluruh stakeholder terkait.

"Kami sampaikan kepada kepala daerah lainnya mudah-mudahan platform KONEKSI ini ada manfaatnya dan bisa disosialisasikan secara luas demi ikhtiar besar kita untuk melindungi dan memberikan bantuan kepada penyintas kekerasan terhadap perempuan," pungkasnya.(*)

koneksi

Merayakan Hari Perempuan Internasional, The Asia Foundation dan Hukumonline.com Group bekerja sama dengan APEKSI menggelar diskusi daring Akses Keadilan melalui Teknologi bagi Perempuan Korban Kekerasan yang akan membahas mengenai bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan; strategi, pengalaman, dan upaya perlindungan hukum, serta kebijakan pemerintah dalam menyediakan layanan bagi korban; hingga penjelasan terkait KONEKSI, platform daring yang menghubungkan mitra advokat pro bono justika.com dengan korban kekerasan melalui konsultasi hukum gratis via chat dan telepon.

Diskusi akan diselenggarakan pada:

Sambutan oleh H.E. Sung Yong Kim*, Duta Besar Amerika Serikat Untuk Indonesia dan Sandra Hamid, Ph.D, Country Representative The Asia Foundation.

Pembukaan: Dr. Bima Arya Sugiarto*, Ketua APEKSI/Walikota Bogor

Narasumber:

  1. Prof.dr. Vennetia Ryckerens Danes, M.S., Ph.D, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan
  2. Erni Mustikasari, S.H., M.H., Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum
  3. HA Afzan Aslan Djunaid, S.E., Walikota Pekalongan
  4. Ade Novita, S,H., Advokat Justika

Moderator: Arnita Ernauli Marbun, S.H., M.H.

*dalam konfirmasi

Saatnya perempuan berdaya dan memperjuangkan hak asasi untuk hidup aman dan nyaman tanpa ancaman kekerasan.

kota toleran

APEKSI DIGITAL LIBRARY


apeksiwebinar





BUKU DELAPAN LANGKAH TRANSFER INOVASI PELAYANAN PUBLIK

Buku Delapan Langkah Transfer Inovasi Pelayanan Publik dapat diunduh/download di Library.


MENGAWAL TOLERANSI KOTA SELURUH INDONESIA

Indonesia memiliki keanekaragaman masyarakat dengan berbagai latar budaya serta agama. Toleransi menjadi faktor penting guna menjaga kehidupan masyarakat tetap harmonis.

Tentang Tata Kelola Kota Toleran

Toleransi dan kebersamaan di kota kita harus terjaga. Kerukunan dan segala kemajuan kota dapat hancur seketika, jika kita tidak ada konsistensi dan keseriusan mengawalnya. Inilah tugas besar generasi masa kini: mewariskan toleransi dan saling menghormati dalam keharmonisan kehidupan seluruh kota di Indonesia.

Didukung oleh: 

logo taf

menjaga kerukunan dan memperkuat toleransi kota tn

Menjaga Kerukunan Dan Memperkuat Toleransi Kota

Ada sejumlah kunci atau cara-cara yang bisa diterapkan dalam menjaga toleransi di Indonesia dan kota khususnya, baik dalam hal perbaikan kebijakan, tata kelola toleransi.

belajar toleransi di kota kota indonesia tn

Belajar Toleransi di Kota-Kota Indonesia

Indonesia memiliki banyak kota yang bisa menjadi percontohan kehidupan bertoleransi yang baik.

potret keberagaman dan toleransi di indonesia tn

Potret Keberagaman dan Toleransi di Indonesia

Toleransi menjadi modal penting dalam mewujudkan pertumbuhan pembangunan dalam negeri.

 21APEKSInergi

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia | Association of Indonesia Municipalities

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Rasuna Epicentrum Complex 
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan Area
Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | +62-21 8370 4703
Fax: +62-21 8370 4733
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


Kami bekerja di rumah/work from home dalam rangka penerapan PPKM Jawa - Bali dan kami dapat dihubungi di email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. | We are work from home due the implementation of Java - Bali large-scale social restrictions and we can be contacted by email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

#StayHome #StaySafe 


 
personil apeksi juli 2021
 

 
apeksipeta

Flag Counter




profil 2021

Buku Profil APEKSI dapat diunduh/download melalui APEKSI Digital Library.

apeksikegiatan


kalender outlook

 

Mitra | Partners

kppodbnnbpomposindonesiagizicleiicmaueuclg-ascpagcomiucunescounisdrworldbankicldu pertaminaiktiiantheusinmarkcommcitiasiaqlueindosatooredoonodefluxtafpusad paramadinaliputan6katadataiap2idcartenz groupcaasystemiqkinaryahukumonlinedotcomjustikagmt garindonapindokreenid

blue shapes

 

© 2000-2021 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia - AIM | Association of Indonesia Municipalities