BERANDA|HOME
Saturday November 28, 2020
Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

INFO APEKSI

Presiden Jokowi saat berikan sambutan dalam acara penutupan Rakernas APEKSI Tahun 2017, di Savana Hotel & Convention, Kota Malang, Jatim, Kamis (20/7). (Foto: Humas/Jay)
 
Terkait dengan perkembangan kota, Presiden Joko Widodoo (Jokowi) menekankan perlunya diferensiasi kota. Hal yang diakuinya sudah berulang kali disampaikannya.
 
“Diferensiasi kota itu penting sekali, setiap kota itu memang harus ada pembedanya. Bogor, misalnya, dengan Bali, dengan Denpasar, harus beda, dengan Kota Ambon harus beda lagi, dengan Balikpapan harus beda lagi,” kata Presiden Jokowi zaat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2017, di Savana Hotel & Convention, Kota Malang, Jatim, Kamis (20/7) siang.
 
Menurut Presiden, kekuatan-kekuatan itu harusnya setiap kota yang harus merancang dan menyiapkan. Karena itu, Presiden mengingatkan kembali, jangan terjebak pada rutinitas-rutinitas.
 
“Kalau sudah kejebak ke arah sana, strategi pembangunan 50-100 tahun ke depan tidak kita siapkan, kota ini mau jadi apa? ini harus dibicarakan betul,” tutur Presiden.
 
Kepala Negara memberikan contoh Sunnylands, satu kota di California yang hanya mengurusi gol. Satu kota punya 37 padang golf, setiap hari ribuan pesawat pribadi itu ke sana, hanya untuk golf.
 
“Saya ke sana kok ini isinya hanya resort dan golf, enggak ada yang lain, hotel dan golf, enggak ada yang lain,” papar Kepala Negara seraya menambahkan, dia summit di situ juga di dalam padang golf.
 
“Untungnya satu saja saya ndak bisa golf, dan saya enggak pernah masuk yang namanya padang golf selain di Sunnylands tadi karena di situ ada Summit, kalau enggak ada Summit yang enggak akan masuk saya,” sambung Kepala Negara.
 
Presiden Jokowi juga menunjuk contoh di North Carolina, di situ ada kota yang namanya High Point, itu hanya ngurusin satu saja, mebel, yang kebetulan saya tahu, mebel. Hanya di situ ngurusin itu saja, enggak ada yang lain,” terangnya.
 
Setiap tahun, lanjut Presiden, pameran terbesar di dunia untuk urusan mebel di situ, tapi menginapnya enggak mungkin di kota itu karena sudah penuh, sehingga menginap di kota yang lain.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa sekarang ini yang namanya perubahan itu sangat cepat sekali. Karena itu, Presiden meminta jangan sampai ada yang tidak sadar mengenai perubahan-perubahan yang sangat cepat ini.

“Berbahaya sekali pemimpin-pemimpin kita dari pusat sampai ke daerah tidak menyadari ini,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2017, di Savana Hotel & Convention, Kota Malang, Jatim, Kamis (20/7) siang.

Presiden memberi contoh, dulu kita baru berbicara masalah internet, belum rampung belajar itu sudah keluar mobile internet. Mobile internet belum rampung kita pelajari keluar lagi artificial intelligent.

“Perubahan-perubahan seperti ini yang akan terus mengubah landscape ekonomi, mengubah landscape politik global maupun nasional, maupun di daerah,” tutur Presiden.

Kembali lagi ke artificial intelligent, Presiden mengajak untuk melihat Google, Amazon, Alexa seperti apa.

“Kita bicara saja dia sudah jawab. Tolong carikan restoran Padang, dia jawab silakan pergi ke alamat ini, di jalan ini. Tolong carikan barang saja, produk, carikan jaket ini, silakan datang ke mall ini. Bayangkan, perubahan-perubahan seperti ini cepat sekali, dan saling mengalahkan,” terang Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, ini kalau tida kita sadari, hati-hati. Kita akan ditinggal oleh jaman, ditinggal kita oleh kota lain, ditinggal kita oleh negara lain.

Kalau hal-hal seperti ini kita tidak mulai antisipasi, mulai kita sadari, lanjut Kepala Negara, ya kita urusannya akan rutinitas seperti ini terus. Tahu-tahu negara lain sudah meloncat, kita sudah masih tetap di sini.

“Oleh sebab itu jangan senang yang namanya rutinitas, jangan senang yang namanya kejebak hal-hal yang linier, jangan senang yang namanya kejebak kita hal-hal yang monoton, karena dunia berubah sangat cepat sekali,” tutur Kepala Negara.

Presiden Jokowi menekankan kembali, jangan sekali-kali kita terjebak pada rutinitas hal-hal yang monoton, hal-hal yang linier. Ia mengingatkan, orang lain sudah meloncat ke mana-mana, negara lain sudah meloncat ke mana-mana, kota yang lain sudah meloncat kemana-mana.

Diakui Presiden, dulu kalau memenangkan persaingan, entah antar kota antar negara entah itu yang namanya produk, kita hanya ambil dua hal, lebih efisien, lebih produktif pasti menang.

“Sekarang tidak. Dengan dua hal itu tidak cukup, ini hanya cukup untuk menyelamatkan diri, untuk survive tapi tidak untuk memenangkan, tidak untuk memenangkan,” jelas Presiden.

Menurut Presiden Jokowi. Sekarang ini kita bisa memenangkan kompetisi, bisa memenangkan persaingan kalau kita, satu, ada inovasi-inovasi yang memperbaharui.

Yang kedua, kreativitas. Presiden mengingatkan, masyarakat kita itu berada pada posisi ini, kreatifnya tinggi.

Ia menyebutkan, industri kreatif kita ini tinggi nilainya, tapi kalau enggak pemerintah, negara, pemerintah kota tidak bisa mengangkat ini, ya kita terjebak pada rutinitas yang tidak kita sadari, negara yang lain sudah lari kencang kita masih di sini terus.

Penutupan Rakernas bertemakan Implementasi Perlindungan Hukum Bagi Pejabat Pemerintah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah untuk Mendukung Pembangunan Nasional itu dihadiri oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, dan Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany selaku Ketua Dewan Pengurus APEKSI, dan Wali Kota/Wakil Wali Kota di seluruh Indonesia. (pr/sk/fid)

Sumber: kabartangsel.com

 

Dewan Pengurus dan Segenap Jajaran Staf Direktorat Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh indonesia (Apeksi) Mengucapkan Selamat dan Sukses atas Pelantikan dan Pengucapan Sumpah/Janji Jabatan Rizal Effendi dan Rahmad Mas'ud sebagai Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan Periode Tahun 2016-2021 oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Ishak di Pendopo Lamin Etam, Samarinda. Tanggal 30 Mei 2016, Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan dan kesuksesan dalam menjalankan tugas dan amanah sebagai Walikota dan Wakil Walikota. Aamiin

Dewan Pengurus dan Segenap Jajaran Staf Direktorat Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh indonesia (Apeksi) Mengucapkan Selamat dan Sukses atas Pelantikan dan Pengucapan Sumpah/Janji Jabatan Dr. Ir. GS Vicky Lumentut, M.Si., MM., DEA. dan Mor Dominus Bastiaan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado Periode Tahun 2016-2021 oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey di Graha Gubenuran Bumi Beringin, Manado. Tanggal 9 Mei 2016, Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan dan kesuksesan dalam menjalankan tugas dan amanah sebagai Walikota dan Wakil Walikota. Aamiin

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kota Banjarmasin sedang mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) regional Kalimantan, pada Mei 2016.
Kabag Humas Pemkot Banjarmasin Kurnadiansyah di Balaikota, Kamis, menyatakan, persiapan untuk menjadi tuan rumah Rakernas ini terus dimatangkan, demikian pula materi-materi yang akan dibahas.
"Baru tadi (Kamis) kita lakukan rapat bersama persiapan menjadi tuan rumah Apeksi ini," ujarnya.
Menurut dia, segala isu-isu terkini terkait kondisi daerah, baik perekonomian maupun sosial pastinya akan menjadi perhatian.
"Apalagi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini, pastinya akan menjadi pembahasan serius juga nantinya," ucapnya.
Menurut dia, anggota Apeksi regional Kalimantan ini sebanyak 9 kota dari lima provinsi di pulau berneo ini.
"Banjarmasin akan berupaya menyukseskan acara ini, hingga tercapai kesuksesan yang membawa perjuangan pembangunan daerah ini," bebernya.
Dari itu, Wali Kota mengharapkan, seluruh panitia Rakernas Apeksi harus mampu menjalankan tugas pokok dan fungsi dengan baik, baik menyusun proposal atau rencana kerja yang dilengkapi dengan rencana kerja dan biaya.
"Pastinya juga persiapan keananan, trasportasi bagi peserta demikian pula penginapannya, dan lain sebagainya akan menjadi intensif persiapan kita saat ini," pungkasnya.

JAKARTA. Kominfo – Pemerintah daerah harus bisa memperbaiki proses bisnis di dalam pemerintahan masing-masing. "Dengan membuat aplikasi yang berkaitan dengan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) sehingga pemerintah daerah bisa memonitor perkembangan dan eksekusi APBD," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam Seminar Nasional “Strategi dan Arah Kebijakan Smart City di Indonesia Menghadapi Tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN” di Jakarta, Selasa (26/04/2016).
Menurut Rudiantara, penggunaan aplikasi akan dapat membantu pemerintah daerah meningkatkan transparansi publik. “Misalkan kita aplikasikan untuk APBD untuk pembangunan jalan, apakah progresnya sudah baik atau belum jadi setiap waktu bisa dimonitor oleh pemerintah daerahnya. Jika perlu itu bisa di”jual” kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa mengetahui secara transparan,” jelas Rudiantara.
Menkominfo mencontohkan kembali penggunaan aplikasi yang sudah diterapkan Pemkot Makassar. “Contohnya aplikasi yang sudah dimiliki oleh pemerintah daerah di Makassar yang memudahkan pengurusan kesehatan masyarakat, seperti aplikasi untuk penyediaan ambulans bagi warga,” ujarnya.
Rudiantara menyadari memang belum semua pemerintah daerah dapat menerapkan aplikasi serupa di daerah masing-masing. “Hal ini masih belum memungkinkan dilakukan di seluruh pemerintah daerah karena karena daya dukung finansial yang dimiliki berbeda-beda. Sehingga pemerintah mendorong agar daerah mengembangkan aplikasi yang spesifik yang sangat dibutuhkan. Nantinya, aplikasi-aplikasi yang telah berhasil di tingkat daerah akan distandarisasi sehingga dapat digunakan di daerah lain,” tutur Rudiantara.

Tiga Macam Proses Bisnis
Menkominfo Rudiantara menyinggung mengenai proses bisnis yang efisien dan dapat menghasilkan produktifitas yang meningkat harus dimiliki dalam pemerintahan yang baik. “Kalau kita berbicara efisiensi mau tidak mau kita berbicara tentang good government governance. Intinya lebih sederhana lagi yaitu transparancy dan fairness,” tandas Menkominfo.
Menurutnya, ada tiga macam proses bisnis yang dapat mendukung efisiensi kinerja pemerintah di daerah. Pertama proses bisnis yang berkaitan dengan hubungan internal pemerintahan daerah, misalnya bagaimana mempersingkat kinerja masing-masing satuan kerja. Kedua, adalah proses bisnis yang berkaitan dengan perusahaan atau dunia bisnis. "Misalnya bagaimana pemerintah memberikan izin dengan proses yang lebih efisien dan lebih cepat serta ketiga adalah proses bisnis yang berkaitan dengan penandatangan jenis perizinan, Sehingga proses pemberian izin tersebut bisa langsung diberikan oleh Direktur Jenderal dan tidak perlu melalui Menteri,” kata Menkominfo.
Bagi Rudiantara perizinan di Indonesia akan lebih efisien jika dijadikan satu dan tidak perlu ada di tingkat kabupaten atau kota, provinsi, dan nasional. “Untuk perizinan ini dijadikan satu saja, tidak perlu dipisahkan antara perizinan tingkat nasional, tingkat provinsi atau tingkat kabupaten ini yang akan membuat kita efisien,” tambah Menkominfo mengakhiri pembahasannya.
Seminar Nasional mengenai “Strategi dan Arah Kebijakan Smart City di Indonesia Menghadapi Tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN” dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para pimpinan pemerintah daerah se-Indonesia bertempat di Hotel Grand Sahid, Jakarta. (rps)

JAKARTA. wapresri.go.id. Otonomi daerah (otda) adalah suatu keharusan yang sejalan dengan perubahan-perubahan dasar sistem perpolitikan Indonesia dari sentralisasi ke desentralisasi.
“Makna dari otonomi daerah itu ialah memberikan kesempatan ke daerah untuk membangun, menginovasi, punya kreatifitas untuk membangun daerahnya masing-masing sesuai kondisi wilayahnya,” ujar Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla ketika memberikan sambutan pada Peluncuran I-OTDA dan Peresmian Pembukaan Seminar Nasional “Strategi dan Arah Pengembangan Kebijakan Smart City di Indonesia Menghadapi Tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN”, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, (26/4/2016).
Lebih lanjut Wapres menjelaskan bahwa tujuan otda bersifat mutlak, yakni bernegara, berpemerintahan, dan berotonomi dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut berbagai cara telah dilakukan, seperti cara meningkatkan pelayanan pemerintahan, cara menghidupkan kehidupan demokrasi, cara meningkatkan keadilan sosial, cara pemerataan wilayah, dan sebagainya.
“Pada jaman dahulu, waktu kita sentralistik, hampir semua masalah diatur dari atas, misalnya sekolah atau puskesmas. Setelah reformasi tentu tidak begitu lagi, kita tidak bisa lagi melakukan penyeragaman, yang seragam ialah inovasi, upaya kreatifitas, karena itulah suatu cara untuk mengubah pemikiran mutlak dalam otonomi,” seru Wapres.
Secara tegas Wapres menyatakan bahwa saat ini yang menentukan ialah kemampuan pemimpin-pemimpin daerah untuk membawa daerahnya lebih maju. Itu merupakan ukuran keberhasilan suatu otonomi. Sekarang daerah juga dipersilahkan untuk mengatur penggunaan dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) sesuai dengan batasan-batasan yang telah ditentukan.
Namun, lanjut wapres, walaupun daerah memiliki kebebasan, pemerintah tetap memiliki keharusan untuk menjaga stabilitas serta pemerataan nasional. Kebijakan akan dikeluarkan apabila diperlukan untuk menjaga negara kesatuan dengan baik.
Terkait Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Wapres mengatakan, bahwa MEA itu bukan tantangan tapi peluang yang besar. Sama halnya dengan teknologi yang juga merupakan hal besar dan tidak bisa dihindari. Kedua hal tersebut dapat diaplikasikan dalam konsep smart city ini.
Menurut Wapres smart city adalah penggabungan sistem pemerintahan dengan teknologi, sehingga teknologi dapat membantu pemerintahan.
“Intinya smart menggabungkan aset, memberikan program, dan menghubungkan rakyat sehingga menjadi smart city. Itu adalah sistem teknologi yang membantu pemerintahan. Ini tinggal diatur sehingga mempunyai suatu sistem yang kompatibel dengan yang lain sehingga dapat bicara satu dengan yang lain,” imbaunya.
Wapres berharap, Kementerian Dalam Negeri bisa juga mengakomodir konsep ini kedalam program nasional sehingga apabila semuanya bisa tergabung maka smart city bisa terwujud. Disamping itu, masyarakat bisa terlayani dengan baik, bisa meningkatkan efisiensi, sekaligus bisa menjalankan kontrol sehingga transparan.
“Hal ini menjadi bagian daripada otonomi, otonomi yang tidak berdiri sendiri tapi otonomi yang berdiri bersama-sama. Itulah makna daripada otonomi yang baik, otonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan, otonomi yang akan memperkuat bangsa ini,” pungkasnya.
Sebelumnya Presiden Insitut Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan dalam sambutannya mengatakan bahwa hakekat otonomi daerah tidak lain adalah berbagi tugas dan tanggungjawab antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah.
“Agar dapat lebih mudah, efisien, dan efektif dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan, mengelola pembangunan, memberikan pelayanan publik dengan baik, dan mengembangkan demokrasi,” ujarnya.
Pada acara tersebut, Wapres berkesempatan menekan layar sentuh sebagai tanda Peluncuran Insitut OTDA dan Peresmian Pembukaan Seminar Nasional, dengan didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi, dan Presiden Institut OTDA Djohermansyah Djohan. (KIP, Setwapres)

ANTARA News - JAKARTA. Wakil Presiden HM Jusuf Kalla mengkritik pihak penyelenggara seminar nasional dengan tema "Strategi dan Arah Pengembangan Kebijakan Smart City di Indonesia Menghadapi Tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN" di Jakarta, Selasa.
"Hari ini yang dibahas smart city. Temanya agak pesimistis. Ada rasa ketakutan kalau menghadapi tantangan," katanya saat memberikan sambutan di depan para peserta seminar yang terdiri dari para kepala daerah, anggota parlemen, akademisi, dan pengusaha itu.
Menurut dia, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) itu bukan tantangan, melainkan peluang. Dia menganggap tantangan itu konotasinya negatif. "Kalau tantangan, yang kita hadapi kayak hantu," ujarnya disambut tepuk tangan hadirin yang memadati ruang pertemuan salah satu hotel berbintang di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, itu.
Wapres mengajak para kepala daerah dan birokrat berpikir seperti pengusaha yang selalu melihat peluang di setiap hambatan, apalagi pada saat MEA itu diimplementasikan.
"Masak kita takut sama Kamboja, Thailand. Di MEA ini kita punya peluang. Jual barang ke Malaysia, tidak ada tangkap-tangkapan lagi. Kirim tenaga kerja juga bebas, tapi tentu ada aturannya juga," ujar Kalla yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan politikus itu.
Oleh sebab itu, dia juga mengingatkan para kepala daerah bahwa untuk memanfaatkan peluang pasar bebas di kawasan Asia Tenggara tersebut agar tidak menghindari perkembangan teknologi informasi, apalagi kepala daerah yang akan membangun daerahnya dengan konsep "smart city".
"Teknologi tidak bisa kita hindari. Kalau di ruangan ini saja hadir 400 orang, saya kira HP (telepon seluler) di ruang ini ada 500 unit karena ada orang yang membawa HP lebih dari dua. Artinya, kita tidak bisa keluar rumah tanpa teknologi," ujarnya.
Seminar dalam rangkaian Hari Otda tersebut juga disela-sela dengan peluncuran Institut Otonomi Daerah oleh Wapres. Sebelumnya Wapres juga menghadiri peringatan Hari Otda di Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (25/4).
Seminar tersebut diselenggarakan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Mendagri Tjahjo Kumolo.

smartcity iotda

Dewan Pengurus dan Segenap Jajaran Staf Direktorat Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh indonesia (Apeksi) Mengucapkan Selamat dan Sukses atas Pelantikan dan Pengucapan Sumpah/Janji Jabatan Ir. Lakhomizaro Zebua dan Sowa’a Laoli, SE, M.Si sebagai Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli Periode Tahun 2016-2021 oleh Plt Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi di Ruang Sasana Bhakti Praja Gedung Kemendagri, Jakarta, Jumat, 22 April 2016, Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan dan kesuksesan dalam menjalankan tugas dan amanah sebagai Walikota dan Wakil Walikota. Aamiin

Dewan Pengurus dan Segenap Jajaran Staf Direktorat Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh indonesia (Apeksi) Mengucapkan "Selamat dan Sukses atas Pelantikan dan Pengucapan Sumpah/Janji Jabatan Hj. Airin Rachmi Diany, SH, MH dan Drs. H. Benyamin Davnie, M.Si sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan Periode Tahun 2016-2021 oleh Gubernur Banten pada Tanggal 20 April 2016, Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan dan kesuksesan dalam menjalankan tugas dan amanah sebagai Walikota dan Wakil Walikota. Aamiin

selamat tangsel 2016

Infografis Pedoman Manajemen Penanganan Covid-19 dan Dampaknya Bagi Pemerintah Daerah

manajemen covid19

covid19goid

pedoman manajemen covid19

Buku Pedoman Manajemen Bagi Pemerintah Daerah dalam Penangan Covid-19 dan Dampaknya dapat diunduh/download di Library.

Buku Pedoman Umum Menghadapi PANDEMI COVID-19 Bagi Pemerintah Daerah (Edisi Revisi) dari Kementerian Dalam Negeri dapat diunduh/download di Library.

black shapes

Mitra | Partners

yipdkppodbnnbpomposindonesiacimgizicleiicmamercycorps indonesiauclg-ascpaunescounisdrworldbanku pertaminatauiktiiantheusinmarkcommcitiasiaqlueindosatooredoonodefluxkatadataiap2id

black shapes

75ri apeksi putihmerah

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia | Association of Indonesia Municipalities

PROFIL APEKSI | APEKSI PROFILE

profil apeksi

Profil dalam Bahasa Indonesia | Profile in English 

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Rasuna Epicentrum Complex 
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan - Setiabudi
Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | +62-21 8370 4703
Fax: +62-21 8370 4733
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


Kantor tutup sesuai penerapan PSBB DKI Jakarta, kami dapat dihubungi di email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. | The office is closed due to the implementation of Jakarta Province's large-scale social restrictions, we can be contacted via email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


 
75ri personil
 

  
 
apeksipeta

Flag Counter




Proposal

Indonesia City Expo XVIII tanggal 30 Juni - 3 Juli 2020 di Lapangan BBF Bintaro, Tangerang Selatan  Launching Indonesia City Expo XVIII tanggal 19 Februari 2020 di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangerang Selatan

Dokumen ICE 2020 berupa proposal dapat diunduh/download di Library. Dokumen untuk Proposal Pemerintah Kota dan dokumen untuk Proposal Mitra, Swasta dan Bisnis.

INDONESIA GENUINE FESTIVAL (IGEF) akan dilaksanakan pada 31 Juli - 2 Agustus 2020 di Liverpool, Inggris. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui link IGEF.

 

© 2000-2020 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia - AIM | Association of Indonesia Municipalities