BERANDA|HOME
Monday December 06, 2021

 

sm ig   sm twitter   sm fb   sm in   sm youtube

Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

outlook kolaborasi mandiri fyron

Pemerintah: Peran Penting Toleransi

Trend toleransi berangsur menurun sejak 2018, dimana indonesia pernah berada di peringkat 115 dunia. Suburnya isu intoleransi dan diskriminasi terhadap minoritas terus meningkat sepanjang tahun politik nasional 2019. Dari catatan setara institut selama rentang waktu 2014-2019 telah terjadi 846 peristiwa pelanggaran kebebasan keagamaan dan berkeyakinan dengan 1060 tindakan. Pelakunya didominasi oleh kelompok warga. Ini artinya terjadi rata rata 14 peristiwa dengan sekitar 18 tindakan pelanggaran setiap bulannya.

Docuvlog: Warna Toleransi di Indonesia

Melalui situs pencari search engine, kita akan menemukan pengertian dari kata “toleransi” dengan banyak arti dan perspektif. Serbuan digital juga kerap melunturkan makna dari toleransi itu sendiri. Mulai dari penyimpangan ideologi, radikalisme, provokasi, ujaran kebencian dan hoax di ranah online turut menjadi penyumbang terbesar nilai-nilai toleransi yang terkikis.

Potret Toleransi di Kampung Sawah

Salah satu yang mencolok dari kampung yang berlokasi di Kota Bekasi, Jawa Barat ini adalah kisah toleransinya yang turun-temurun. Masyarakat Kampung Sawah menerapkan sikap toleransi mulai dari kegiatan sehari-hari sampai pada saat perayaan hari raya islam dan nasrani. Hal ini karena Kampung Sawah memiliki segitiga emas. Segitiga emas yang dimaksud adalah tiga rumah ibadah yang jaraknya berdekatan, yaitu Masjid Agung Al-Jauhar Yasfi, Gereja Kristen Pasundan, dan Gereja St. Servatius.

Merawat Toleransi Merawat Indonesia

Rapuhnya kebebasan beragama dan berkeyakinan di Era Pandemi, dipicu maraknya peraturan diskriminatif yang kontroversial. Pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam menangani intoleransi bisa melahirkan inisiatif dan kebijakan yang kuat bagi kemajuan toleransi di tanah air. Peran aktif masyarakat serta dukungan kebijakan yang setara dan tidak mendiskriminasi akan menghidupkan kembali semangat toleransi.

Toleransi menjadi modal penting dalam mewujudkan pertumbuhan pembangunan dalam negeri.

potret keberagaman dan toleransi di indonesia

Masyarakat Indonesia terkenal akan keberagaman suku, budaya, adat istiadat serta agama. Meskipun begitu, selama bertahun-tahun masyarakat Indonesia mampu hidup damai dan rukun karena dilandasi sikap toleransi. Toleransi menjadi modal penting dalam mewujudkan pertumbuhan pembangunan dalam negeri.

Tren toleransi dalam negeri semakin baik. Survei indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) dari Kementerian Agama mencatat, skor indeks KUB rata-rata nasional Indonesia pada 2019 mencapai 73,83 dari skala 0-100. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2018, sebesar 70,90.

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di acara sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-Gereja Indoneisa (MPL-PGI) menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, merawat kemajemukan merupakan upaya penting demi terwujudnya persatuan Indonesia.
"Toleransi adalah sikap yang mulia dalam menghadapi keberagaman dan persatuan hanya akan muncul jika kita mengakui dan menghormati perbedaan," ujar presiden.

Dengan menjaga kemajemukan dan memperkuat nilai-nilai Pancaila, Presiden Jokowi berharap Indonesia bisa membangun peradaban semakin maju.

Namun kebijakan diskriminatif masih ditemukan di 58 kota, inklusi sosial berbasis agama masih menjadi pekerjaan rumah kota-kota di Indonesia. Sedangkan terkait tindakan toleransi, kecenderungannya berimbang antara kota yang sudah melakukan dan masih kurang.

Oleh sebab itu, diperlukan langkah-langkah serta penguatan kebijakan baik di tingkat pemerintah hingga masyarakat dalam memajukan praktik baik dan mempromosikan sikap toleransi.

Indonesia memiliki banyak kota yang bisa menjadi percontohan kehidupan bertoleransi yang baik.

belajar toleransi di kota kota indonesia

Toleransi menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur kemajuan dan perkembangan kehidupan sosial budaya di sebuah negara. Sikap toleransi dan kerukunan masyarakat dinilai diperlukan dalam mendukung proses pembangunan.

Indeks Kota Toleran (IKT) 2020 yang dipublikasikan Setara Institute mengukur indeks toleransi di 94 kota di Indonesia. Dari hasil laporan diketahui, ada beberapa kota di Indonesia yang bisa dijadikan sebagai contoh kehidupan bertoleransi.

Terdapat sejumlah variabel dalam pengukuran toleransi kota, seperti kebijakan pemerintah kota, tindakan aparatur pemerintah kota, perilaku antar entitas di kota –warga dengan warga, pemerintah dengan warga, serta hubungan dalam keberagaman demografi warga perkotaan.

Laporan IKT 2020 mengadopsi kerangka Brian J. Grim dan Roger Finke yang mengukur tingkat kebebasan beragama atau derajat toleransi sebuah negara yang juga diadopsi oleh Bappenas dan banyak lembaga studi lain.

Berdasarkan kerangka tersebut, maka terdapat empat pilar dan delapan tolak ukur untuk mengentahui sejauh mana toleransi dipraktikkan, yaitu :

1. Regulasi Pemerintah Kota

Indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kota menguji sejauh mana prinsip inklusivitas diterapkan, misalnya visi toleransi agama, kesetaraan gender, kebijakan kerukunan, dan keadilan alokasi anggaran.

Selanjutnya, indikator kebijakan diskriminatif yang menilai kebijakan pemerintah kota yang secara nyata maupun berpotensi diskriminatif terhadap kelompok agama tertentu.

2. Tindakan Pemerintah

Pilar ini mengukur pernyataan pejabat kunci tentang peristiwa intoleransi dengan menilai pernyataan resmi pejabat kunci pemerintah kota baik positif maupun negatif.

Tolak ukur selanjutnya adalah tindakan nyata terkait peristiwa intoleransi yang menilai tindakan nyata Pemerintah Kota baik positif dan negatif yang terjadi di kota tersebut.

3. Regulasi sosial

Pilar ini menilai ada atau tidaknya peristiwa intoleran dan pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) yang terjadi pada rentang waktu penilaian di kota tersebut.

Selanjutnya, pengukuran dinamika masyarakat sipil terkait peristiwa intoleransi dan bagaimana masyarakat sipil terlibat dalam praktik dan pemajuan toleransi.

4. Demografi sosial-agama

Tolak ukur pertama untuk pilar ini adalah keberagaman agama dan keyakinan yang dipeluk oleh masyarakat sekitar. Tak hanya itu, tolak ukur ini juga menilai bagaimana kehidupan saling menghargai antar agama.
Terakhir, tolak ukur keterbukaan sosial keagamaan yang menilai bagaimana warga kota mengekspresikan sikap terhadap kelompok minoritas baik terkait masalah keagamaan maupun non keagamaan.

Dengan indikator dan pilar-pilar tersebut, setiap kota dapat saling belajar dan menjalankan tata kelola menuju kota yang toleran.

Ada sejumlah kunci atau cara-cara yang bisa diterapkan dalam menjaga toleransi di Indonesia dan kota khususnya, baik dalam hal perbaikan kebijakan, tata kelola toleransi.

menjaga kerukunan dan memperkuat toleransi kota

Kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) di Indonesia harus terus dijaga. Diperlukan kerjasama dan penguatan peran pemerintah pusat, daerah serta masyarakat dalam meningkatan iklim toleransi dan kerukunan umat untuk kemajuan pembangunan nasional.

Sebagai bangsa yang terdiri dari beragam suku, budaya serta agama masih kerap ditemukan peristiwa intoleransi di Indonesia, bahkan di masa pandemi Covid-19. Riset Setara Institute mengenai Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) di Indonesia tahun 2020 menunjukkan, terjadi 180 peristiwa dan 424 tindakan pelanggaran KBB di 29 provinsi. Sebanyak 56% tindakan pelanggaran KBB dilakukan oleh aktor negara dan 12 pelanggaran tersebut menimpa perempuan sebagai korban.

Ada beragam faktor yang menyebabkan berkembangnya intolerasi di Indonesia. Minimnya komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam upaya pemajuan toleransi, produk hukum yang diskriminatif di tingkat pusat dan daerah serta kesadaran toleransi masyarakat yang belum sepenuhnya terbagun merupakan sebagian penyebab munculnya sikap intoleran di masyarakat.

Oleh sebab itu, ada sejumlah kunci atau cara-cara yang bisa diterapkan dalam menjaga toleransi di Indonesia dan di tiap kota khususnya, baik dalam hal perbaikan kebijakan, tata kelola kota dan manajemen sosial dalam mendukung toleransi.

Perlu peningkatan perhatian pembangunan toleransi dan kerukunan, penguatan kelembagaan pemerintahan inklusif, meninjau dan mencabut peraturan yang diskrimatif dan memperkuat forum kerukunan umat beragama (FKUB). Selain itu, pemerintah juga harus memenuhi hak konstitusional minoritas serta meningkatkan peran masyarakat dalam praktik dan mempromosikan toleransi.

Dengan cara-cara ini, diharapkan mampu mencegah timbulnya sikap intoleransi yang berpotensi menghambat pembangunan dan ketahanan nasional.

Instagram @APEKSIid

kota toleran

Padang Tuan Rumah Rakernas 2022

Infografis Pedoman Manajemen Penanganan Covid-19 dan Dampaknya Bagi Pemerintah Daerah

manajemen covid19

Task Force SIPD - Kelas Konsultasi/Help Desk SIPD

Kelas HelpDeskSIPD Komwil 5 dan 6 2k


pusdatin sipd

Manual Book SIPD | PUSDATIN - Petunjuk Input Usulan Nasyarakat dan Desa-Kelurahan serta Panduan lainnya dapat diakses melalui APEKSI Library atau go.apeksi.id/manualsipd.

APEKSI x BINA KEUDA KEMENDAGRI FAQ SIPD

Buku Frequently Asked Questions (FAQ) Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dapat diunduh/download di Library.

APEKSI DIGITAL LIBRARY


apeksiwebinar





BUKU DELAPAN LANGKAH TRANSFER INOVASI PELAYANAN PUBLIK

Buku Delapan Langkah Transfer Inovasi Pelayanan Publik dapat diunduh/download di Library.


MENGAWAL TOLERANSI KOTA SELURUH INDONESIA

Indonesia memiliki keanekaragaman masyarakat dengan berbagai latar budaya serta agama. Toleransi menjadi faktor penting guna menjaga kehidupan masyarakat tetap harmonis.

Tentang Tata Kelola Kota Toleran

Toleransi dan kebersamaan di kota kita harus terjaga. Kerukunan dan segala kemajuan kota dapat hancur seketika, jika kita tidak ada konsistensi dan keseriusan mengawalnya. Inilah tugas besar generasi masa kini: mewariskan toleransi dan saling menghormati dalam keharmonisan kehidupan seluruh kota di Indonesia.

Didukung oleh: 

logo taf

menjaga kerukunan dan memperkuat toleransi kota tn

Menjaga Kerukunan Dan Memperkuat Toleransi Kota

Ada sejumlah kunci atau cara-cara yang bisa diterapkan dalam menjaga toleransi di Indonesia dan kota khususnya, baik dalam hal perbaikan kebijakan, tata kelola toleransi.

belajar toleransi di kota kota indonesia tn

Belajar Toleransi di Kota-Kota Indonesia

Indonesia memiliki banyak kota yang bisa menjadi percontohan kehidupan bertoleransi yang baik.

potret keberagaman dan toleransi di indonesia tn

Potret Keberagaman dan Toleransi di Indonesia

Toleransi menjadi modal penting dalam mewujudkan pertumbuhan pembangunan dalam negeri.

 21APEKSInergi

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia | Association of Indonesia Municipalities

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Rasuna Epicentrum Complex 
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan Area
Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | +62-21 8370 4703
Fax: +62-21 8370 4733
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


Kami bekerja di rumah/work from home dalam rangka penerapan PPKM Jawa - Bali dan kami dapat dihubungi di email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. | We are work from home due the implementation of Java - Bali large-scale social restrictions and we can be contacted by email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

#StayHome #StaySafe 


 
personil apeksi juli 2021
 

 
apeksipeta

Flag Counter




profil 2021

Buku Profil APEKSI dapat diunduh/download melalui APEKSI Digital Library.

apeksikegiatan


kalender outlook

 

Mitra | Partners

kppodbnnbpomposindonesiagizicleiicmaueuclg-ascpagcomiucunescounisdrworldbankicldu pertaminaiktiiantheusinmarkcommcitiasiaqlueindosatooredoonodefluxtafpusad paramadinaliputan6katadataiap2idcartenz groupcaasystemiqkinaryahukumonlinedotcomjustikagmt garindonapindokreenid

blue shapes

 

© 2000-2021 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia - AIM | Association of Indonesia Municipalities