BERANDA|HOME
Friday December 04, 2020
Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

INFO APEKSI

DEPOK. Hari ini Kementerian Luar Negeri Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika - Direktorat Asia Selatan dan Tengah menyelenggarakan Technical Meeting Persiapan Penyelenggaraan Workshop Smart City Kerjasama Republik Indonesia - India di Hotel Margo Depok.

Agenda:

  • Paparan: Prof. Suhono Supangkat - Kepala Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan ITB mengenai Perkembangan Smart City di Indonesia, peluang dan potensi kerjasama smart city RI dengan India
  • Paparan: Manish - Wakil Dubes India di Jakarta mengenai perkembangan smart city di India serta peluang dan potensi kerjasama smart city India dengan RI
  • Pembahasan agenda kegiatan, Persiapan penyelenggaraan dan Koordinasi partisipasi K/L dan stakeholders Workshop Smart City Kerjasama RI - India

Acara dibuka dan dipimpin Listyowati - Direktur Asia Selatan dan Tengah.

technical meeting workshop smart city kerjasama ri india

Hadir dalam kegiatan ini Kementerian terkait, perwakilan pemerintah kabupaten dan perwakilan pemerintah kota, antara lain: Bandung, Bekasi, Bogor, Jambi, Surabaya, Semarang, Makassar dan Palembang. Rencananya kegiatan Workshop akan dilaksanakan pada tanggal 14 atau 15 Juli 2016 di Kota Surabaya.

Kepada Yth.,
Gabriella Kristoffensen.
Tenaga Ahli CIM - APEKSI

Dewan Pengurus dan Segenap Staf Direktorat Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh indonesia (Apeksi) mengucapkan "Selamat Jalan dan Terima Kasih atas semua yang dilakukan untuk kemajuan Apeksi selama 3 tahun. Selamat bertugas dan berkarya di tempat yang baru di Jerman. Semoga Sukses dan Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan kemudahan pada semua langkah dan pekerjaan".

Jakarta, 27 April 2016

a.n. Ketua Dewan Pengurus
Sekretaris/Direktur Eksekutif,

Dr. H. Sarimun Hadisaputra, M.Si

Selamat Hari Bumi 2016

hari bumi 2016

USINDO Jakarta – U.S. Embassy Jakarta – APEKSI – @america

Cordially invite you to an Open Forum on

Global Problems, Local Solutions:
U.S.-Indonesia Perspectives on
Developing Resilient Cities for Sustainable Life

with

Arief Wismansyah
Mayor, Tangerang City

Sri Tantri Arundhati
Director of Climate Change Adaptation, Ministry of Environment and Forestry, Republic of Indonesia

Aniessa Delima Sari
Program Manager, Mercy Corps Indonesia

Jim Nichols
County Manager, Douglas County, Nevada

Janet K. Regner
Community Services Director, Coconino County, Arizona

Bruce M. Applegate, Jr.
Assistant to the City Manager, Oak Ridge City, Tennessee

moderated by:
Wahyu Mulyana
Director Executive,
Urban and Regional Development Institute (URDI)

Friday, March 4, 2016
2:00 – 4:00 pm

Venue:
@america
Pacific Place, 3rd Floor
Jl. Jenderal Sudirman, Kav. 52-53


Cities are the future. The United Nations estimated that more than half of the world currently lives in cities and by 2050, it will increase to two-thirds, or around six billion people. Due to the concentration of diverse human resources and economic activities, cities promote a fertile environment for creativity and innovative ideas and technologies. At the same time, local governments both in the United States and Indonesia are battling crime, congestion, energy scarcity, waste, as well as the increasing intensity of disasters such as floods and hurricanes. Therefore, cities need to explore effective strategies to adapt to shocks and stresses in urban infrastructure systems, especially the ones associated with climate change.

City resilience is being encouraged. Resilience is the capacity of individuals, communities, institutions, businesses, and systems within a city to survive, adapt, and respond to economic, social and environmental change in order to increase their long-term sustainability. The UN and other institutions like Rockefeller Foundation and International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI) have launched programs to support resilient city initiatives around the globe. In June 2015, ten cities in Indonesia committed to the Compact of Mayors – the world’s largest coalition of city leaders addressing climate change – included Bogor, Bandung, and Tangerang.

What makes a city resilient? How does one implement resilient cities in the United States and Indonesia? What are the challenges and strategies to making cities more adaptable to shocks and changes? How can resilient cities contribute to national adaptation planning both in the U.S. and Indonesia?

The United States-Indonesia Society (USINDO) in cooperation with U.S. Embassy Jakarta, the Association of the Indonesia Municipalities (APEKSI), and @america are delighted to host Arief Wismansyah, Mayor of Tangerang City; Sri Tantri Arundhati, Director of Climate Change Adaptation, Ministry of Environment and Forestry, Republic of Indonesia; Aniessa Delima Sari, Program Manager, Mercy Corps Indonesia; Jim Nichols, County Manager, Douglas County, Nevada; Janet K. Regner, Community Services Director, Coconino County, Arizona; and Bruce M. Applegate Jr., Assistant to the City Manager, Oak Ridge City, Tennessee; in this insightful open forum.

This event is open and FREE of charge. To register, please kindly RSVP HERE or email do This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. by March 3, 2015 at 09.00 am.

openforum

Senin, 22 Februari Apeksi menerima kunjungan peserta Program Professional Fellows dari Amerika Serikat, peserta antara lain Janet Regner dari Coconico County - Arizona, Bruce Applegate dari Oak Ridge City - Tennessee dan Jim Nichols dari Douglas County - Nevada.
Peserta diterima oleh Sarimun Hadisaputra - Direktur Eksekutif, Gabriella Kristoffersen - Tenaga Ahli CIM-GIZ Jerman untuk Apeksi dan Devy Munir, Manajer Komunikasi dan Informasi.

apeksi1

apeksi2
Dalam acara ini disampaikan penjelasan mengenai APEKSI, antara lain: Sejarah, Perkembangan Otonomi Daerah, Program Kerja, Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dan lain-lain, serta diskusi saling bertukar informasi.

Setelah kegiatan di Apeksi, peserta berkunjung ke Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) dan diterima oleh Robertus Endi Jaweng - Direktur Eksekutif dan beserta para staf.kppod

Hari Selasa, 23 Februari. Peserta berkunjung ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan diterima oleh Hermanto Darhak, Kepala Badang Pengembangan Infrastruktur Wilayah beserta para pejabat dan staf.

pupera

Siangnya berkunjung ke Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan diterima oleh Antonius Tarigan, Kepala Sub Direktorat Kelembagaan Pemerintah Daerah beserta para staf.

bappenas1

bappenas2
Rabu, 24 Februari didampingi oleh Apeksi, peserta berkunjung ke Kedutaan Besar Amerika Serikat. Setelah kunjungan, peserta meneruskan perjalanannya ke Kota Bali, Kota Tangerang dan Jakarta dengan pendampingan oleh peserta Professional Fellows dari Indonesia yang berkunjung ke kota-kota peserta di Amerika Serikat.
Hari Minggu sebelumnya, peserta mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah dengan didampingi Apeksi untuk mengenal lebih jauh Budaya Indonesia.

Pada hari Jumat, 4 Maret pukul 14.00 di @America - Pasific Place, Jakarta akan diadakan Forum Terbuka tentang "Global Problems, Local Solutions: U.S. - Indonesia Perspectives on Developing Resilient Cities for Sustainable Life", menampilkan seluruh perserta US Professional Fellows, Arief Wismansyah - Walikota Tangerang, Sri Tantri Arundhati - Direktur Adaptasi Perubahan Iklim - Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan, Aniessa Delima Sari - Mercy Corps Indonesia.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengundang APEKSI untuk menhadiri Peluncuran Layanan Izin Investasi 3 Jam, peresmian dilakukan oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla.

bkpm peluncuranlayananizin3hari
Layanan ini merupakan terobosan pemerintah untuk memudahkan investor yang akan menanamkan modal di Indonesia.

Untuk bisa mendapatkan pelayanan izin investasi 3 jam ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para investor, diantaranya nilai investor minimal Rp 100 miliar atau senilai US$ 7,5 juta atau dengan penyerapan tenaga kerja dalam negeri setidaknya sebanyak 1.000 orang.

Produk-produk perizinan yang akan diberikan pada investor layanan izin investasi 3 jam adalah adalah izin investasi, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Akta Pendirian Perusahaan dan SK Pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA) dan Rencana Penggunaan. Selain itu juga izin Tenaga Kerja Asing (RPTKA), Angka Pengenal Importir Produsen (API-P), dan Nomor Induk Kepabeanan (NIK).

Produk perizinan tersebut dikeluarkan oleh lima instansi di luar BKPM, antara lain Direkturat Jeneral Pajak Kementerian Keuangan untuk NPWP, Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan untuk NIK, Kementerian Perdagangan untuk TDP dan API-P, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk IMTA dan RPTKA, serta Notaris untuk Akta Pendirian Perusahaan dan SK Pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM. Di luar itu, Surat Booking Tanah dikeluarkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Hadir sejumlah menteri, kepala lembaga negara, dan pengusaha juga turut hadir dalam peluncuran ini, antara lain Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Pedagangan Srie Agustina, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani.

Dalam 3 (tiga) bulan ke depan Perizinan akan terkoneksi dengan Pemerintah Daerah di Indonesia.

Tautan: http://www.bkpm.go.id/id/tahap-investasi/3-jam-izin-investasi

2016

Detik.com | Makassar - Sekitar 60 Walikota dari kota negara anggota ASEAN menghadiri pertemuan ASEAN Mayors Forum 2015, di hotel Sheraton Makassar, Selasa (8/9/2015).

Dalam pertemuan ini para walikota akan membicarakan proyek-proyek strategis yang akan dikerjasamakan antara daerah di kawasan ASEAN, termasuk peluang investasi jelang pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Selain itu pula, para kepala daerah juga akan membahas isu-isu lingkungan hidup dan sosial budaya.

Beberapa tokoh hadir seperti mantan Menteri Lingkungan Hidup Erna Witoelar, mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal, Walikota Bogor Bima Aria, Walikota Jambi Syarif Fasha dan Gubernur Sulsel Syahrul Limpo.

Walikota Makassar Ramdhan Pomanto selaku tuan rumah AMF 2015 menyebutkan bahwa dalam pertemuan ini Makassar berperan sebagai central hub dan pusat gravitasi ekonomi serta politik Indonesia Timur, yang perlu dioptimalkan potensi investasinya.

"ASEAN Majors Forum akan menekankan pentingnya kerangka kebijakan dan institusi komersial daerah yang akan memberikan kepercayaan pada investor, juga akan menghasilkan terobosan baru bagi kawasan ASEAN," ujar Ramdhan dalam konferensi pers-nya.

Sementara menurut Bima Aria, Walikota Bogor, pertemuan AMF 2015 di Makassar diharapkan mengeluarkan agenda kongkrit dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi global.

"Kita akan menghadapi agenda maha penting yakni Pasar Bebas ASEAN, ada kecenderungan kita tertatih menghadapinya. Kita perlu merapatkan barisan, membangun networking tidak saja dengan kepala daerah di Indonesia, tapi juga kepala daerah se-ASEAN, kita perlu tukar pengalaman menghadapi krisis," ujar Bima.

Merdeka.com - Panitia ASEAN Mayors Forum (AMF) yang akan digelar pada tanggal 8-10 September 2015 menjadikan becak sebagai kursi pimpinan forum pada hari pertama di Hotel Sheraton Makassar, Sulawesi Selatan.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan alasan becak dijadikan sebagai kursi dalam acara AMF yaitu untuk menaikkan derajat kemiskinan.

"Kenapa memilih dudukan becak, itu karena simbol kemiskinan dan harus diangkat, mengingat tujuan dari Asean Mayor Forum ini untuk mensejahterakan masyarakat," kata pria yang akrab disapa Danny kepada wartawan di Anjungan Losari, seperti dilansir dari antara Minggu (6/9).

Menurutnya panitia menyiapkan beberapa becak yang sudah dimodifikasi secara baik guna kenyamanan duduk diperuntukkan bagi pimpinan sidang dalam forum tersebut.

"Jadi simbol becak ini mengingatkan kita tentang masyarakat menengah ke bawah untuk mengangkat mereka, tentunya hasil AMF nanti punya dampak positif bagi masyarakat kecil," ujar dia.

Dalam forum tersebut, lanjut Danny, diskusi panel akan dipandu Dino Patti Djalal mantan Jubir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Erna Witoelar di Grand Ballroom, Four Point Hotel Sheraton pada Selasa, 8 September 2015.

Mengenai persiapan pelaksanaan AMF yang akan di pusatkan di dua tempat yakni Hotel Sheraton jalan Landak Baru dan Anjungan Losari Makassar City, sudah rampung.

"Untuk Hotel Sheraton persiapan sudah 98 persen dan di sini Anjungan Losari Makassar City hampir rampung," sebut dia.

Mengenai dengan kesiapan lain seperti bendera negara-negara ASEAN dan spanduk dan baliho sudah terpasang di sejumlah titik di Kota Makassar, kata dia sudah berjalan, kendati ada beberapa kesalahan penulisan.

"Saya memohon maaf bila ada salah huruf atau kata-kata di spanduk karena buka kami yang membuatnya tapi dari simpatisan serta masyarakat, tentu akan segera di perbaiki. Kalau bendera negara -negara ASEAN memang kami siapkan 500 lembar selebihnya dari sumbangan," tutupnya.

KENDARI, KOMPAS.com - Sekitar 176 Wali Kota dan Gubernur di negara Asia-Pasifik bakal berkumpul di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk membahas masalah penataan kota, penataan masyarakat pesisir, dan pengembangan konservasi terumbu karang.

Kegiatan para Wali Kota dan Gubernur yang tergabung dalam organisasi pemerintah kota dan daerah sedunia (UCLG) itu dikemas dalam sebuah Konferensi Habitat III pada 5-7 September 2015.

Bupati Wakatobi Hugua mengatakan, kegiatan yang dipusatkan di Pulau Wangi-wangi itu bertujuan untuk menyatukan pendapat para kepala daerah seasia pasifik terkait penataan kota dan pesisir.

"Nantinya, rekomendasi dari hasil kegiatan tersebut akan disampaikan pada Konferensi Internasional HABITAT III di Ekuador pada Oktober 2016 mendatang," ungkap Hugua, Jumat (4/9/2015) di Wakatobi.

Kegiatan itu akan diisi sejumlah pembicara baik internasional maupun lokal. Di antaranya Wali Kota Guangzhou, Tiongkok Chen Jianhua, Gubernur Jeju, Korea Selatan, Wong Hee-ryong, Wali Kota Hamamatsu, Jepang.

Sementara untuk pembicara lokal yakni Gubernur Sultra Nur Alam, Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat dan Bupati Wakatobi Hugua, “Kegiatan ini rencananya akan dibuka oleh Presiden atau paling tidak Wakil Presiden, karena Presiden baru mengetahui undangan kami, dan saya sudah ketemu langsung dengan Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Sekretaris Kabinet," kata Hugua.

Dalam kesempatan itu, lanjut Hugua, Pemerintah Wakatobi juga sudah menyiapkan sejumlah agenda terkait kedatangan Presiden di antaranya pencanangan Wakatobi sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata bahari, dan pemanfaatan listrik tenaga gas berkekuatan 2x3 megawatt.

Infografis Pedoman Manajemen Penanganan Covid-19 dan Dampaknya Bagi Pemerintah Daerah

manajemen covid19

covid19goid

pedoman manajemen covid19

Buku Pedoman Manajemen Bagi Pemerintah Daerah dalam Penangan Covid-19 dan Dampaknya dapat diunduh/download di Library.

Buku Pedoman Umum Menghadapi PANDEMI COVID-19 Bagi Pemerintah Daerah (Edisi Revisi) dari Kementerian Dalam Negeri dapat diunduh/download di Library.

black shapes

Mitra | Partners

yipdkppodbnnbpomposindonesiacimgizicleiicmamercycorps indonesiauclg-ascpaunescounisdrworldbanku pertaminatauiktiiantheusinmarkcommcitiasiaqlueindosatooredoonodefluxkatadataiap2id

black shapes

75ri apeksi putihmerah

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia | Association of Indonesia Municipalities

PROFIL APEKSI | APEKSI PROFILE

profil apeksi

Profil dalam Bahasa Indonesia | Profile in English 

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Rasuna Epicentrum Complex 
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan - Setiabudi
Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | +62-21 8370 4703
Fax: +62-21 8370 4733
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


Kantor tutup sesuai penerapan PSBB DKI Jakarta, kami dapat dihubungi di email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. | The office is closed due to the implementation of Jakarta Province's large-scale social restrictions, we can be contacted via email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.


 
75ri personil
 

  
 
apeksipeta

Flag Counter




Proposal

Indonesia City Expo XVIII tanggal 30 Juni - 3 Juli 2020 di Lapangan BBF Bintaro, Tangerang Selatan  Launching Indonesia City Expo XVIII tanggal 19 Februari 2020 di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangerang Selatan

Dokumen ICE 2020 berupa proposal dapat diunduh/download di Library. Dokumen untuk Proposal Pemerintah Kota dan dokumen untuk Proposal Mitra, Swasta dan Bisnis.

INDONESIA GENUINE FESTIVAL (IGEF) akan dilaksanakan pada 31 Juli - 2 Agustus 2020 di Liverpool, Inggris. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui link IGEF.

 

© 2000-2020 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia - AIM | Association of Indonesia Municipalities