Berita & Artikel | News & Articles
Wednesday December 13, 2017

menuju kota inklusif

JAKARTA. Rapat Kelompok Kerja (Pokja) Menuju Kota Inklusif berlangsung hari ini di Le Meridien Jakarta.

Heroe Poerwadi, Wakil Walikota Jogjakarta selaku Ketua Pokja memimpin rapat dengan agenda membahas isu-isu penting, antara lain:

  1. Program Pokja Menuju Kota Inklusif Tahun 2018
  2. Masukan pelaksanaan Program Menuju Kota Inklusif termasuk peluang kerjasama dengan lembaga-lembaga lain

rapat pokja kota inklusif 01112017

Kegiatan ini dihadiri seluruh anggota Pokja lainnya dari Kota Padang, Kota Metro, Kota Denpasar, Kota Banjarmasin, Kota Banda Aceh, Kota Ambon dan Kota Mojokerto dan perwakilan dari ILO, Tendy Gunawan.

 

 

 

JAKARTA. Hari ini APEKSI berkolaborasi dengan UNESCO, ILO dan WHO menyelenggarakan Seminar Tingkat Tinggi untuk Kota-Kota Inklusif di Hotel Le Meridien Jakarta.

Kegiatan diawali dengan sambutan: Airin Rachmi Diany - Ketua Dewan Pengurus, Anita Nirody - Koordinator PBB untuk Indonesia, Bambang Brodjonegoro - Menteri PPN/Ketua Bappenas sekaligus membuka seminar tingkat tinggi ini.

Dilanjutkan dengan Penandatanganan Piagam Jaringan Walikota Indonesia Menuju Kota Inklusif yang terdiri dari Kota Padang, Kota Banjarmasi, Kota Mojokerto, Kota Ambon, Kota Bengkulu, Kota Surakarta, Kota Kupang, Kota Jambi, Kota Jakarta Pusat, Kota Banda Aceh, Kota Jogjakarta, Kota Denpasar dan Kota Tangerang Selatan.

seminar tingkat tinggi kota inklusif

laurel kendari

DPRD Kota Kupang, asal Fraksi Golkar, Viktor Halengki Haning mendapat kunjungan istimewah dari Depertemen Kesehatan Lingkungan Pemerintah Kota Denver Colorado U.S.A.

“Kedatangan Laurel Delmonico yang bekerja di Depertemen Kesehatan Lingkungan Pemerintah dari Kota Denver Colorado U.S.A, untuk menemui saya dengan kapasitas sebagai legislatif ini, dalam rangka membicarakan soal kondisi disabilitas di Kota Kupang, karena saya dinilai oleh mereka salah satu legislatif yang ikut berjuang soal keberadaan tentang penyandang disatabalitas di kota ini,” kata Viktor Haning pada sela-sela pertemuan bersama mereka di Kantor DPRD Kota Kupang, Jumat (25/8).

Menurut Viktor, kedatangan mereka ini, banyak hal yang dibicarakan yakni salah satunya tentang keadaan akan perhatian pemerintah Kota Denver terhadap kaum disatabilitas di kota tersebut.

“Dalam pertemuan bersama saya mereka juga menanyakan tentang kondisi pemerintah daerah terhadap penyandang disitabilitas, dan saya menjawab saat ini Kota Kupang sementara berlahan sementara menata,” kata Viktor.

Menata yang dimasud, lanjut Viktor bahwa, saat ink sementara melakukan pendataan secara baik, dan penataaan organisasi disabilitas yang baik secara regulasi serta dilakukan dengan keadaan di masyarakat agar tidak diskriminasi terhadap kaum disabilitas.Serta pendanaan pemerintah daerah tethadap kaum disabilitas.

“Pada kesempatan itu, mereka juga sempat mempertanyakan kondisi saya hingga bisa maju dan duduk di kursi legislatif, dan juga kondisi di partai,” kata Viktor.

Oleh karena itu, Viktor berharap dengan kunjungan ini sebagai suatu daya dorong bagi pemerintah baik tingkat Kota Kupang maupun provinsi, guna bisa dapat percepat membuat Perda ketenagaan kerja bagi kaum disabilitas.

Selain itu juga, tambah Viktor dapat membuka peluang komunikasi dalam memperjuangkan kaum disabilitas.

“Kami berharap dengan ada kunjungan ini membuka akses akan perjuangan dalam memenuhi akan hak disabilitas, melalui pemerintah daerah maupun pusat kedepan,” kata Viktor.

Sumber: metronews.me

JAKARTA. Hari ini diselenggarakan Pertemuan Kedua Kelompok Kerja Menuju Kota Inklusif yang merupakan kolaborasi antara UNESCO Jakarta dan APEKSI di Hotel Le Meridien Jakarta.

Kegiatan diawali dengan sambutan-sambutan, antara lain: Irakli Khodeli (UNESCO Jakarta), Arief Rachman (Ketua Harian untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dan Sri Indah Wibinastiti (APEKSI).

pertemuan 2 pokja kota inklusif

Dilanjutkan dengan paparan dari Alexander Hauschild (UNESCO) mengenai Penilaian untuk Kota Inklusif, Budiono Subambang (Direktorat Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara - Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan - Kementerian Dalam Negeri) mengenai Peran Pemerintah Daerah Dalam Mengembangkan Kota Yang Inklusif dan Maulani Rotinsulu (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia) mengenai Komisi Nasional Disabilitas.

pertemuan 2 pokja kota inklusif 2

Dalam kegiatan ini, Wakil Walikota Yogyakarta, Hoeru Poerwadi dipilih sebagai Ketua Kelompok Kerja Menuju Kota Inklusif APEKSI. Berikut Susunan Pengurus Kelompok Kerja Menuju Kota Inklusif APEKSI, Ketua: Heroe Poerwadi (Wakil Walikota Yogyakarta), Wakil Ketua: Jose Rizal (Kota Padang), Sekretaris: Ria Andari (Kota Metro) dan Bendahara: Edy Muhammad (Kepala Bappeda Kota Yogyakarta) serta Anggota: Mertajaya (Kota Denpasar), Ryan Utama (Kota Banjarmasin), Nila Herawati (Banda Aceh), Steven Dominggus (Kota Ambon) dan Gede Arya Wiryana (Kota Mojokerto). Hadir perwakilan dari International Labour Organization (ILO), Tendy Gunawan. Hasil pertemuan ini berupa Rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat dan pada bulan Oktober rencananya akan digelar Pertemuan Tingkat Tinggi Kota Inklusif.


Dokumen terkail kegiatan ini dapat diunduh/download di E-Library.

Banjarbaru – Peringatan Hari Anak Nasional, Selasa (1/8), di depan Balai Kota juga dirangkai Pencanangan Banjarbaru sebagai Kota Inklusi.

Menurut Walikota Nadjmi Adhani yang menghadiri pencanangan tersebut, inklusi sendiri merupakan sebuah pendekatan untuk membangun dan mengembangkan sebuah lingkungan yang semakin terbuka lalu mengajak masuk dan mengikutsertakan semua orang dengan berbagai perbedaan latar belakang, karakteristik, kemampuan, status, kondisi, etnik, budaya.

“Terbuka dalam konsep lingkungan inklusi, berarti semua orang yang tinggal, berada dan beraktivitas dalam lingkungan keluarga, sekolah ataupun masyarakat, merasa aman dan nyaman mendapatkan hak dan melaksanakan kewajibannya,’’ tandasnya.

Lingkungan inklusi, lanjutnya, adalah lingkungan sosial masyarakat yang terbuka, ramah, meniadakan hambatan dan menyenangkan, karena setiap warga tanpa terkecuali saling menghargai dan merangkul setiap perbedaan.

“Mewujudkan kota inklusi memerlukan pemahaman terhadap terciptanya masyarakat inklusi yang saling bertanggung jawab untuk mengupayakan dan menyediakan kemudahan berupa bantuan layanan dan sarana agar masing-masing dapat terpenuhi kebutuhannya, melaksanakan kewajiban dan mendapatkan haknya,’’ tandasnya.

Juga masyarakat yang terbuka bagi semua, tanpa terkecuali yang universal tanpa mengenal perbedaan suku, agama, ras dan ideologi.

Masyarakat yang ramah bagi semua, yang setiap anggotanya saling mengakui keberadaan, menghargai dan mengikutsertakan perbedaan.

Pada pencanangan tersebut, juga digelar seminar nasional dan sosialisasi pembudayaan pendidikan inklusi dengan tema “Melangkah bersama tanpa diskriminatif untuk menciptakan layanan berkarakter inklusi di Kota Banjarbaru’’, di Gedung Bina Satria.

Seminar ini dibuka Bunda PAUD Banjarbaru Hj Ririen Kartika dengan jumlah peserta sebanyak 300 orang, terdiri dari kepsek pada setiap satuan jenjang pendidikan (PAUD/SD/SMP/SMK), guru pendamping khusus pada setiap satuan jenjang pendidikan dan orang tua ABK.

Sumber: kalimantanpost.com

pokja inklusif 2

Pertemuan Kedua Kelompok Kerja APEKSI untuk Kota Inklusif akan diadakan di Hotel Le Meridien Jakarta, Indonesia, pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 2017. Pertemuan tersebut disusun berdasarkan hasil Rapat Konsultasi Pertama untuk Pembentukan Kelompok Kerja untuk Kota-Kota Inklusif.

Tujuan rapat adalah sebagai berikut:

  1. Memperkenalkan alat penilaian untuk Kota Inklusif;
  2. Mendiskusikan dan menyelesaikan rencana kerja Kelompok Kerja Menuju Kota Inklusif APEKSI;
  3. Membahas isi situs Kota Inklusif APEKSI;
  4. Mengamati kemungkinan menghubungkan program pemerintah pusat dan daerah dengan penyandang cacat

 

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani mencanangkan Kota Banjabaru, Kalimantan Selatan, sebagai Kota Inklusi. Kota Inklusi adalah kota yang menghargai adanya perbedaan dan menerima keberagaman. Pencanangan Banjarbaru sebagai Kota Inklusi diluncurkan saat Peringatan Hari Anak Nasional di Kota Banjarbaru.

Inklusi merupakan sebuah konsep pendekatan untuk membangun dan mengembangkan sebuah lingkungan yang semakin terbuka. Nantinya, pemerintah mengajak masuk dan mengikutsertakan semua masyarakat dengan berbagai perbedaan latar belakang, karakteristik, kemampuan, status, kondisi, etnik, budaya dan lainnya.

Pencanangan Kota Banjarbaru sebagai kota inklusi harus disertai dengan partisipasi aktif dari semua pihak dan berbagai sektor mulai dari politik, sosial, budaya, hukum, hak asasi manusia, bahkan juga pendidikan seharusnya dapat mengakomodasi kebutuhan difabel sehingga Kota Inklusi yang ramah bagi difabel dapat benar-benar dirasakan oleh semua pihak.

Menurut Nadjmi, mewujudkan Kota Inklusi memerlukan pemahaman dan partisipasi aktif dari semua pihak dan berbagai sektor. Masyarakat harus saling bertanggung jawab untuk menyediakan kemudahan berupa bantuan layanan dan sarana. Nantinya, kebutuhan masyrakat dapat terpenuhi sehingga dapat melaksanakan kewajiban dan mendapatkan haknya.

Sumber: otonomi.co.id

Berita & Artikel Kota Inklusif

aplf pg 2017

Best Practice

Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

INFO APEKSI NEWSLETTER

Delapan Langkah Transfer Inovasi Pelayanan Publik

Delapan Langkah Transfer Inovasi Pelayanan Publik

black shapes

Mitra | Partners

cim  giz  iclei  icma  mercycorps indonesia  uclg-ascpa  unesco yipd  citiasia  tau  u pertamina

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan
Setiabudi, Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 8370 4703 | 2947 5423
Fax: +62-21 8370 4733
Email: info@apeksi.id | info@apeksi.or.id

 

© 2000-2017 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia

 

We have 46 guests visit APEKSI.ID