Advokasi dan Pelayanan Hukum | Advocacy and Law Services
Monday January 22, 2018
Sampai saat ini, penyelenggaraan otonomi daerah masih menghadapi banyak kendala, antara lain masih banyaknya peraturan yang saling tumpang tindih dan tidak berpihak pada asas desentralisasi, di sisi lain dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan di lapangan banyak hal yang bersifat insidentil yang memerlukan responsangat cepat (diskresi) namun belum terakomodir dalam peraturan perundangan, sehingga banyak pemerintah daerah yang terpaksa berhadapan dengan penegak hukum. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, APEKSI harus melakukan advokasi terhadap pemerintah dan lembaga Negara lainnya dalam membuat kebijakan public yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip otonomi dan aspirasi daerah serta masyarakat. Isu utama saat ini masih seputar revisi UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No.33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah serta peraturan perundang-undangan lainnya yang belum harmonis dengan prinsip-prinsip otonomi daerah. Pada saat yang bersamaan APEKSI dituntut untuk dapat mempercepat dan mempertahankan peraturan yang sudah sejalan dengan prinsip-prinsip otonomi daerah.
 
 
Until now the arrangement of regional autonomy still faces many problems, such as many rules and regulations overlapping and/or contradictory to the principles of decentralization. Also the implementation of governance into reality create incidents which needs quick response, but lacking respective laws, regional government have to act like law makers. To handle those particular problems APEKSI is providing advocacy towards the central government and other state administration regarding policies which are not according to the principles of autonomy and decentralization, or the people’s aspiration. The main issue today is the revision of Law No. 32 Year 2004 on Regional Government and of Law No. 33 Year 2004 regarding Central and Regional Finance, together with other rules and regulations which are not yet in harmony with the principles of autonomy. At the same time APEKSI must also accelerate the implementation of the rules that consistent with the principles of local autonomy.

Berita & Artikel Kota Inklusif

Best Practice

Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

Newsletter - Masukkan email anda|Enter your email:

Delapan Langkah Transfer Inovasi Pelayanan Publik

Delapan Langkah Transfer Inovasi Pelayanan Publik

black shapes

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia | Association of Indonesia Municipalities

Mitra | Partners

cim  giz  iclei  icma  mercycorps indonesia  uclg-ascpa  unesco yipd  citiasia  tau  u pertamina  posindonesia

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan
Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | 8370 4703
Fax: +62-21 8370 4733
Email: info@apeksi.id | info@apeksi.or.id

 

© 2000-2017 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia

 

We have 60 guests visit APEKSI.ID