PROFESSIONAL FELLOWS
Wednesday December 13, 2017

Natural Aceh bekerjasama dengan lintas sektoral, melakukan fokus discussion group (FGC) tentang aksesbilitas fasilitas dan bangunan publik Kota Banda Aceh di salah satu cafe di Banda Aceh, Kamis (17/11/2016). FGD ini merupakan tindaklanjuti pertemuan Ke-6 High Level Meeting Mayor for Inclusive City Network di Kota Padang pada september 2016 lalu.

FGD itu ikuti Ramos Kam, ST,MP, Sekretaris Dinas PU Kota Banda Aceh, M. Yasir, ST,MT (Kabid Tata Ruang PU), Fadhil, S.Sos, MM (Kadis Sosial dan Tenaga Kerja), Muchlis SH, (Kabag Hukum Pemko), Syariffudin (Ketua FKM BKA),Aflinda (Project Manajer FKM BKA), Zainal Abidin S (Ketua Lembaga Riset Natural Aceh) dan beberapa perwakilan penyandang disabilitas di Banda Aceh

FGD ini membahas regulasi tentang aksesibilitas dan fasilitas publik di Banda Aceh, menuju Bagian Kota Inklusi Nusantara. Seluruh peserta sepakat bahwa Qanun No 10 tahun 2014, tentang bangunan gedung perlu dijabarkan dalam sebuah peraturan walikota yang bersifat teknis. Seluruh peserta juga sepakat bahwa pertemuan ini harus ditindaklanjuti dengan perkembangan penyusunan draft perwal untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Dinas PU Kota Banda Aceh menyadari, selama ini rekomendasi bangunan yang mereka berikan tidak bisa dipakai untuk mengikat para pemilik gedung atau kontraktor pelaksana, guna mentaati peraturan yang telah ada.

Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banda Aceh mengaku terus berupaya untuk mengawal kebijakan makro tadi. Salah satunya berkonsentrasi pada penyandang disabilitas di Banda Aceh. Sementara, Bagian Hukum Setdako Banda Aceh berharap, perwal yang akan disusun nantinya bisa melengkapi dasar hukum penyediaan aksesibilitas dan fasilitas yang lebih akomodatif untuk warga kota serta mempertegas posisi Banda Aceh sebagai kota yang inklusif.

Sejumlah penyandang disabilitas yang hadir dalam diskusi ini mengeluhkan Mesjid Raya Baiturrahman, yang sampai saat ini tidak juga bisa menyediakan ramp untuk para jamaah berkursi roda, lansia, ibu hamil atau anak-anak. Tangga bertingkat yang tinggi dan licin sangat membahayakan untuk diakses.

Tak hanya itu, Pembangunan Halte Trans Kutaraja yang dilakukan secara massif, juga masih mengabaikan ketersediaan ramp pendukung untuk penumpang berkebutuhan khusus. Jadi, walaupun bus trans kutaraja sudah akses jika halte nya tidak bisa dipakai, bagaimana menggunakannya. Pertemuan ini akan dilanjutkan dengan penyusunan draft perwal yang akan diseminasikan di UIN Ar Raniry dalam beberapa minggu kemudian.

Ketua Natural Aceh, Zainal berharap banyak instansi serta lembaga yang bisa terlibat dalam penyusunan draft perwal ini. Misal, organisasi perempuan dan anak, para kontraktor dan konsultan serta pihak yang peduli dengan aksesibilitas dan pembangunan kota yang partisipatif.

Pertemuan dan diskusi ini adalah tindaklanjut dari penelitian, seminar dan workshop yang telah dilakukan sebelumnya. Banda Aceh sebagai Ibukota Provinsi Aceh sudah sepatutnya menjadi model untuk kabupaten dan kota lain di Aceh dalam pelayanan aksesibilitas yang inklusif.***

Sumber: modusaceh.co

Berita & Artikel Kota Inklusif

aplf pg 2017

Best Practice

Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

INFO APEKSI NEWSLETTER

Delapan Langkah Transfer Inovasi Pelayanan Publik

Delapan Langkah Transfer Inovasi Pelayanan Publik

black shapes

Mitra | Partners

cim  giz  iclei  icma  mercycorps indonesia  uclg-ascpa  unesco yipd  citiasia  tau  u pertamina

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan
Setiabudi, Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 8370 4703 | 2947 5423
Fax: +62-21 8370 4733
Email: info@apeksi.id | info@apeksi.or.id

 

© 2000-2017 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia

 

We have 68 guests visit APEKSI.ID