BERANDA|HOME
Wednesday December 13, 2017
Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x
Presiden Jokowi saat berikan sambutan dalam acara penutupan Rakernas APEKSI Tahun 2017, di Savana Hotel & Convention, Kota Malang, Jatim, Kamis (20/7). (Foto: Humas/Jay)
 
Terkait dengan perkembangan kota, Presiden Joko Widodoo (Jokowi) menekankan perlunya diferensiasi kota. Hal yang diakuinya sudah berulang kali disampaikannya.
 
“Diferensiasi kota itu penting sekali, setiap kota itu memang harus ada pembedanya. Bogor, misalnya, dengan Bali, dengan Denpasar, harus beda, dengan Kota Ambon harus beda lagi, dengan Balikpapan harus beda lagi,” kata Presiden Jokowi zaat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2017, di Savana Hotel & Convention, Kota Malang, Jatim, Kamis (20/7) siang.
 
Menurut Presiden, kekuatan-kekuatan itu harusnya setiap kota yang harus merancang dan menyiapkan. Karena itu, Presiden mengingatkan kembali, jangan terjebak pada rutinitas-rutinitas.
 
“Kalau sudah kejebak ke arah sana, strategi pembangunan 50-100 tahun ke depan tidak kita siapkan, kota ini mau jadi apa? ini harus dibicarakan betul,” tutur Presiden.
 
Kepala Negara memberikan contoh Sunnylands, satu kota di California yang hanya mengurusi gol. Satu kota punya 37 padang golf, setiap hari ribuan pesawat pribadi itu ke sana, hanya untuk golf.
 
“Saya ke sana kok ini isinya hanya resort dan golf, enggak ada yang lain, hotel dan golf, enggak ada yang lain,” papar Kepala Negara seraya menambahkan, dia summit di situ juga di dalam padang golf.
 
“Untungnya satu saja saya ndak bisa golf, dan saya enggak pernah masuk yang namanya padang golf selain di Sunnylands tadi karena di situ ada Summit, kalau enggak ada Summit yang enggak akan masuk saya,” sambung Kepala Negara.
 
Presiden Jokowi juga menunjuk contoh di North Carolina, di situ ada kota yang namanya High Point, itu hanya ngurusin satu saja, mebel, yang kebetulan saya tahu, mebel. Hanya di situ ngurusin itu saja, enggak ada yang lain,” terangnya.
 
Setiap tahun, lanjut Presiden, pameran terbesar di dunia untuk urusan mebel di situ, tapi menginapnya enggak mungkin di kota itu karena sudah penuh, sehingga menginap di kota yang lain.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa sekarang ini yang namanya perubahan itu sangat cepat sekali. Karena itu, Presiden meminta jangan sampai ada yang tidak sadar mengenai perubahan-perubahan yang sangat cepat ini.

“Berbahaya sekali pemimpin-pemimpin kita dari pusat sampai ke daerah tidak menyadari ini,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2017, di Savana Hotel & Convention, Kota Malang, Jatim, Kamis (20/7) siang.

Presiden memberi contoh, dulu kita baru berbicara masalah internet, belum rampung belajar itu sudah keluar mobile internet. Mobile internet belum rampung kita pelajari keluar lagi artificial intelligent.

“Perubahan-perubahan seperti ini yang akan terus mengubah landscape ekonomi, mengubah landscape politik global maupun nasional, maupun di daerah,” tutur Presiden.

Kembali lagi ke artificial intelligent, Presiden mengajak untuk melihat Google, Amazon, Alexa seperti apa.

“Kita bicara saja dia sudah jawab. Tolong carikan restoran Padang, dia jawab silakan pergi ke alamat ini, di jalan ini. Tolong carikan barang saja, produk, carikan jaket ini, silakan datang ke mall ini. Bayangkan, perubahan-perubahan seperti ini cepat sekali, dan saling mengalahkan,” terang Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, ini kalau tida kita sadari, hati-hati. Kita akan ditinggal oleh jaman, ditinggal kita oleh kota lain, ditinggal kita oleh negara lain.

Kalau hal-hal seperti ini kita tidak mulai antisipasi, mulai kita sadari, lanjut Kepala Negara, ya kita urusannya akan rutinitas seperti ini terus. Tahu-tahu negara lain sudah meloncat, kita sudah masih tetap di sini.

“Oleh sebab itu jangan senang yang namanya rutinitas, jangan senang yang namanya kejebak hal-hal yang linier, jangan senang yang namanya kejebak kita hal-hal yang monoton, karena dunia berubah sangat cepat sekali,” tutur Kepala Negara.

Presiden Jokowi menekankan kembali, jangan sekali-kali kita terjebak pada rutinitas hal-hal yang monoton, hal-hal yang linier. Ia mengingatkan, orang lain sudah meloncat ke mana-mana, negara lain sudah meloncat ke mana-mana, kota yang lain sudah meloncat kemana-mana.

Diakui Presiden, dulu kalau memenangkan persaingan, entah antar kota antar negara entah itu yang namanya produk, kita hanya ambil dua hal, lebih efisien, lebih produktif pasti menang.

“Sekarang tidak. Dengan dua hal itu tidak cukup, ini hanya cukup untuk menyelamatkan diri, untuk survive tapi tidak untuk memenangkan, tidak untuk memenangkan,” jelas Presiden.

Menurut Presiden Jokowi. Sekarang ini kita bisa memenangkan kompetisi, bisa memenangkan persaingan kalau kita, satu, ada inovasi-inovasi yang memperbaharui.

Yang kedua, kreativitas. Presiden mengingatkan, masyarakat kita itu berada pada posisi ini, kreatifnya tinggi.

Ia menyebutkan, industri kreatif kita ini tinggi nilainya, tapi kalau enggak pemerintah, negara, pemerintah kota tidak bisa mengangkat ini, ya kita terjebak pada rutinitas yang tidak kita sadari, negara yang lain sudah lari kencang kita masih di sini terus.

Penutupan Rakernas bertemakan Implementasi Perlindungan Hukum Bagi Pejabat Pemerintah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah untuk Mendukung Pembangunan Nasional itu dihadiri oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, dan Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany selaku Ketua Dewan Pengurus APEKSI, dan Wali Kota/Wakil Wali Kota di seluruh Indonesia. (pr/sk/fid)

Sumber: kabartangsel.com

MALANG - Kegiatan hari ke 2 diawali dengan Diskusi Panel dengan nara sumber:

  • Tanri Abeng, menyampaikan Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Daerah;
  • Wismana Adi Suryabrata, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, Bappenas menyampaikan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha;
  • T. Dzulmi Edlin, Walikota Medan menyampaikan Pengalaman Kota Medan dalam Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha.

Sesi berikutnya adalah sidang-sidang:

  • Sidang Pleno I dipimpin Walikota Malang dengan Direktur Eksekutif APEKSI, terpilih Walikota Gorontalo dan Walikota Pangkalpinang untuk Pimpinan Sidang;
  • Sidang Pleno II membahas Rekomendasi dan Program Kerja 2018, Perwakilan Komwi I-VI memberikan masukan dan memilih kota calon tuan rumah Rakernas XIII, Paparan calon tuan rumah: Tarakan, Padang dan Palu;
  • Hasil sidang berupa: Rekomendasi, Program Kerja 2018 dan kota calon tuan rumah Rakernas XIII adalah Tarakan.

Presiden Republik Indonesia tiba di tempat kegiatan tepat pukul 13.00 WIB dalam rangka memberikan sambutan dan arahan serta menutup Rakernas XII APEKSI 2017.

presiden rakernas 2017

Agenda Penutupan:

  • Laporan Walikota Tangerang Selatan selaku Ketua Dewan Pengurus APEKSI;
  • Sambutan Gubernur Jawa Timur;
  • Sambutan dan arahan Presiden Republik Indonesia;
  • Pernyataan Penutupan oleh Presiden Republik Indonesia.

foto bersama rakernas 2017

Rangkaian acara penutupan diakhiri foto bersama Presiden Republik Indonesia dengan peserta Rakernas XII APEKSI 2017.

 

MALANG - Rangkaian pembukaan Rakernas XII APEKSI 2017 yang diselenggarakan di Hotel Savana diawali dengan sambutan Selamat Datang dari Walikota Malang selaku Tuan Rumah, Sambutan Ketua Dewan Pengurus/Walikota Tangerang Selatan dan Sambutan Gubernur Jawa Timur.

pembukaan

Dilanjutkan dengan sambutan kunci dari Basaria Panjaitan, Pimpinan KPK dan Tjahjo Kumolo, Mendagri terkait tema kegiatan Rakernas XII APEKSI 2017. Pemukulan gong oleh Mendagri menandakan resmi kegiatan rapat kerja nasional dibuka.

diskusi panel

Setelah rangkaian pembukaan, agenda selanjutnya adalah Diskusi Panel dengan narasumber dari KPK, Irjen Kemendagri, Bareskrim dan Jamintel Kejagung dengan moderator Walikota Binjai. 

Dokumen yang terkait kegiatan ini dapat diunduh/download di E-Library.

Malang - Wali Kota Malang Moch. Anton tak hentinya berbangga, karena kota apel ini menjadi tuan rumah Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Untuk menjadi penyelenggara, butuh waktu 98 tahun.

"Ini sejarah bagi Kota Malang, melihat anggota APEKSI jika bergiliran, bisa menunggu 98 tahun untuk jadi tuan rumah kedua kalinya," kata Anton kepada detikcom di Balai Kota Malang Jalan Tugu, Jumat (14/7/2017).

Kota Malang, lanjut Anton, dipilih hasil Munas digelar di Jambi beberapa tahun lalu. Pemilihan tempat, tidak mudah karena harus memenuhi sejumlah kriteria.

"Tempatnya memadai, Kota Malang adalah kota pendidikan, dimana seluruh daerah datang untuk belajar. Selain itu, beragam prestasi yang diraih Kota Malang, seperti terus menerus memperoleh adipura," beber Anton.

Menurut Anton, rakernas bisa dijadikan momen dalam penyelesaian masalah-masalah besar di daerah. Selain itu, semua peserta saling menunjukkan perubahan di segi program pembangunan.

"Konkritnya kita ingin mendukung percepatan pembangunan tanah air, dari segi infrastruktur atau bidang lainnya. Musyawarah nasional ini, bisa menjadi tolak ukur pemerintah pusat dalam mengeluarkan kebijakan," tegas Anton.

Sementara DPRD Kota Malang akan mengawasi penyelenggaraan APEKSI nanti. Konon, APEKSI menelan anggaran miliaran rupiah bersumber dari APBD 2017.

"Kami akan mengawasi, apakah APEKSI justru dibebankan kepada APBD. Karena setiap anggota APEKSI sudah mengeluarkan iuran untuk melaksanakan kegiatan rutin," ujar Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Malang Sulik Listyowati terpisah.

Sejauh ini, kata Sulik, memang tidak termuat langsung penggunaan APBD untuk kebutuhan anggaran APEKSI. Namun beban pembiayaan disebar di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 

"Seperti humas, bagian umum dan SKPD lain. Nanti saat pembahasan KUA-PPS digelar Agustus mendatang, akan menjadi bahasan prioritas," ujarnya.

Pemkot Malang sendiri mengaku, tidak mencampur kebutuhan anggaran belanja dan pengeluaran tertuang dalam APBD dengan APEKSI.

"Pada pengalokasian atau perencanaan anggaran tidak secara khusus tersebut APEKSI. Contoh terkait mamin itu sudah melekat pada anggaran mamin untuk layanan tamu, serta sewa tenda kursi dan yang lainnya," tandas Kabag Humas Pemkot Malang Nurwidiyanto. (fat/fat)

Sumber: detik.com

malangvoice

MALANGVOICE – Komedian kawakan nasional, Narji, turut hadir dalam ‘Welcome Dinner’ Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2017, Selasa (18/7). Pemilik nama lengkap Sunarji itu datang bersama rombongan delegasi Tangerang Selatan (Tangsel).

Sambil menampilkan senyum ramah, dia tak segan berjalan di samping Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, di atas karpet merah menuju Balai Kota Malang. Jebolan grup lawak Trio Cagur ini pun sempat berbincang sejenak dengan awak media.

Ditanya terkait kepentingannya hadir di kegiatan ini, dia menjawab dengan celoteh. “Ini tadi waktu di Tangsel saya terselip masuk koper, jadi ikut terbawa ke sini,” kelakarnya, diikuti gelak tawa orang-orang yang mendengarnya.

Sementara itu, di tempat sama, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, menyebut, keikutsertaan Narji merupakan inisiatifnya. “Kebetulan dia kan warga Tangsel, tokoh publik juga, jadi kami ajak ikut,” urai perempuan yang juga Ketua Dewan Pengurus Apeksi ini.

Sumber: malangvoice.com

Berita & Artikel Kota Inklusif

aplf pg 2017

Best Practice

Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

INFO APEKSI NEWSLETTER

Delapan Langkah Transfer Inovasi Pelayanan Publik

Delapan Langkah Transfer Inovasi Pelayanan Publik

black shapes

Mitra | Partners

cim  giz  iclei  icma  mercycorps indonesia  uclg-ascpa  unesco yipd  citiasia  tau  u pertamina

Direktorat Eksekutif | Executive Directorate

Alamat | Address:
Rasuna Office Park III Unit WO. 06-09
Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan
Setiabudi, Jakarta Selatan 12960
INDONESIA
Tel: +62-21 8370 4703 | 2947 5423
Fax: +62-21 8370 4733
Email: info@apeksi.id | info@apeksi.or.id

 

© 2000-2017 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia

 

We have 69 guests visit APEKSI.ID