Komwil | Region II
Tuesday January 23, 2018
langsa.jpgpariaman.pngsungaipenuh.jpgtanjungbalai.jpgbanjarbaru.jpgsukabumi.jpgmojokerto.jpgprobolinggo.jpgsemarang.jpgbandarlampung.pngparepare.jpgcilegon.pngmetro.pngkediri.jpgsamarinda.jpgtomohon.jpggunungsitoli.pngcimahi.pngprabumulih.jpgsolok.jpgmedan.pngsalatiga.pngpematangsiantar.pngkendari.jpgpadang.jpgpayakumbuh.jpgsawahlunto.pngbaubau.jpgtarakan.jpgpalangkaraya.jpgtegal.pngbekasi.jpgbatu.jpgpontianak.jpgsurakarta.jpgjakartautara.jpgbitung.jpgtidore.jpgdenpasar.pngserang.pngbengkulu.jpgjakartabarat.jpgtangerang.jpgtebingtinggi.jpgbandung.jpgbatam.pngbogor.jpgsibolga.pngmadiun.jpgmanado.jpgpangkalpinang.jpgblitar.jpgyogya.jpgmakassar.jpgbontang.jpgsabang.jpgternate.jpgbandaaceh.jpgtasikmalaya.jpgbinjai.jpgsurabaya.jpgmagelang.jpglhokseumawe.jpgdepok.jpgpekanbaru.jpgtangerangselatan.jpgtanjungpinang.jpgpalopo.jpgpasuruan.jpgpekalongan.pnggorontalo.jpgjakartaselatan.jpglogo-apeksi.pngambon.jpgsubulussalam.jpgjakartapusat.jpgcirebon.jpgtual.jpgjambi.jpgmalang.jpgbalikpapan.jpgkotamobagu.jpgsorong.jpgjakartatimur.jpgpalu.jpgdumai.jpgpadangpanjang.jpgsingkawang.jpgbanjar.pngbukittinggi.jpgpadangsidempuan.jpgpagaralam.jpgkupang.jpgbima.jpgbanjarmasin.jpglubuklinggau.jpgpalembang.pngjayapura.jpgmataram.jpg

Palembang

Walikota
Harnojoyo
Wakil Walikota
Fitrianti Agustinda
Alamat
Jl. Merdeka No.1, 22 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30131
Provinsi
Sumatera Selatan
Tel
(0711) 352271, 352170, 312577
Fax
(0711) 353262, 372384, 317172, 354877
Email
kota@palembang.go.id
Informasi

Sejarah

Kota Palembang merupakan kota tertua di Indonesia berumur setidaknya 1382 tahun jika berdasarkan prasasti Sriwijaya yang dikenal sebagai prasasti Kedudukan Bukit. Menurut Prasasti yang berangka tahun 16 Juni 682. Pada saat itu oleh penguasa Sriwijaya didirikan Wanua di daerah yang sekarang dikenal sebagai kota Palembang. Menurut topografinya, kota ini dikelilingi oleh air, bahkan terendam oleh air. Air tersebut bersumber baik dari sungai maupun rawa, juga air hujan. Bahkan saat ini kota Palembang masih terdapat 52,24 % tanah yang yang tergenang oleh air (data Statistik 1990). Berkemungkinan karena kondisi inilah maka nenek moyang orang-orang kota ini menamakan kota ini sebagai Pa-lembang dalam bahasa melayu Pa atau Pe sebagai kata tunjuk suatu tempat atau keadaan; sedangkan lembang atau lembeng artinya tanah yang rendah, lembah akar yang membengkak karena lama terendam air (menurut kamus melayu), sedangkan menurut bahasa melayu-Palembang, lembang atau lembeng adalah genangan air. Jadi Palembang adalah suatu tempat yang digenangi oleh air.

Kondisi alam ini bagi nenek moyang orang-orang Palembang menjadi modal mereka untuk memanfaatkannya. Air menjadi sarana transportasi yang sangat vital, ekonomis, efisien dan punya daya jangkau dan punya kecepatan yang tinggi. Selain kondisi alam, juga letak strategis kota ini yang berada dalam satu jaringan yang mampu mengendalikan lalu lintas antara tiga kesatuan wilayah:

Tanah tinggi Sumatera bagian Barat, yaitu : Pegunungan Bukit Barisan.
Daerah kaki bukit atau piedmont dan pertemuan anak-anak sungai sewaktu memasuki dataran rendah.
Daerah pesisir timur laut.
Ketiga kesatuan wilayah ini merupakan faktor setempat yang sangat mementukan dalam pembentukan pola kebudayaan yang bersifat peradaban. Faktor setempat yang berupa jaringan dan komoditi dengan frekuensi tinggi sudah terbentuk lebih dulu dan berhasil mendorong manusia setempat menciptakan pertumbuhan pola kebudayaan tinggi di Sumatera Selatan. Faktor setempat inilah yang membuat Palembang menjadi ibukota Sriwijaya, yang merupakan kekuatan politik dan ekonomi di zaman klasik pada wilayah Asia Tenggara. Kejayaan Sriwijaya diambil oleh Kesultanan Palembang Darusallam pada zaman madya sebagai kesultanan yang disegani dikawasan Nusantara.

Sriwijaya, seperti juga bentuk-bentuk pemerintahan di Asia Tenggara lainnya pada kurun waktu itu, bentuknya dikenal sebagai Port-polity. Pengertian Port-polity secara sederhana bermula sebagai sebuah pusat redistribusi, yang secara perlahan-lahan mengambil alih sejumlah bentuk peningkatan kemajuan yang terkandung di dalam spektrum luas. Pusat pertumbuhan dari sebuah Polity adalah entreport yang menghasilkan tambahan bagi kekayaan dan kontak-kontak kebudayaan. Hasil-hasil ini diperoleh oleh para pemimpin setempat. (dalam istilah Sriwijaya sebutannya adalah datu), dengan hasil ini merupakan basis untuk penggunaan kekuatan ekonomi dan penguasaan politik di Asia Tenggara.

Ada tulisan menarik dari kronik Cina Chu-Fan-Chi yang ditulis oleh Chau Ju-Kua pada abad ke 14, menceritakan tentang Sriwijaya sebagai berikut :Negara ini terletak di Laut selatan, menguasai lalu lintas perdagangan asing di Selat. Pada zaman dahulu pelabuhannya menggunakan rantai besi untuk menahan bajak-bajak laut yang bermaksud jahat. Jika ada perahu-perahu asing datang, rantai itu diturunkan. Setelah keadaan aman kembali, rantai itu disingkirkan. Perahu-perahu yang lewat tanpa singgah dipelabuhan dikepung oleh perahu-perahu milik kerajaan dan diserang. Semua awak-awak perahu tersebut berani mati. Itulah sebabnya maka negara itu menjadi pusat pelayaran.

Tentunya banyak lagi cerita, legenda bahkan mitos tentang Sriwijaya. Pelaut-pelaut Cina asing seperti Cina, Arab dan Parsi, mencatat seluruh perisitiwa kapanpun kisah-kisah yang mereka lihat dan dengan. Jika pelaut-pelaut Arab dan Parsi, menggambarkan keadaan sungai Musi, dimana Palembang terletak, adalah bagaikan kota di Tiggris. Kota Palembang digambarkan mereka adalah kota yang sangat besar, dimana jika dimasuki kota tersebut, kokok ayam jantan tidak berhenti bersahut-sahutan (dalam arti kokok sang ayam mengikuti terbitnya matahari). Kisah-kisah perjalanan mereka penuh dengan keajaiban 1001 malam. Pelaut-pelaut Cina mencatat lebih realistis tentang kota Palembang, dimana mereka melihat bagaimana kehiduapan penduduk kota yang hidup diatas rakit-rakit tanpa dipungut pajak. Sedangkan bagi pemimpin hidup berumah ditanah kering diatas rumah yang bertiang. Mereka mengeja nama Palembang sesuai dengan lidah dan aksara mereka. Palembang disebut atau diucapkan mereka sebagai Po-lin-fong atau Ku-kang (berarti pelabuhan lama).Setelah mengalami kejayaan diabad-abad ke-7 dan 9, maka dikurun abad ke-12 Sriwijaya mengalami keruntuhan secara perlahan-lahan. Keruntuhan Sriwijaya ini, baik karena persaingan dengan kerajaan di Jawa, pertempuran dengan kerajaan Cola dari India dan terakhir kejatuhan ini tak terelakkan setelah bangkitnya bangkitnya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Kerajaan-kerajaan Islam yang tadinya merupakan bagian-bagian kecil dari kerajaan Sriwijaya, berkembang menjadi kerajaan besar seperti yang ada di Aceh dan Semenanjung Malaysia.
Total Hits: 15
Created on: 22nd Dec, 2017 02:56 AM
Modified on: 4th Jan, 2018 05:16 AM

Dokumen terakhir | Latest document:

Majalah Kota Kita Edisi XX Desember 2017
Kategori|Category: Majalah Kota Kita
Majalah Kota Kita Edisi XIX Oktober 2017
Kategori|Category: Majalah Kota Kita
SK Menkominfo No.1670 Tahun 2016
Kategori|Category: Sosialisasi UU Pos 38 2009 dan SK Menkominfo 1670 2016
Pos Indonesia
Kategori|Category: Sosialisasi UU Pos 38 2009 dan SK Menkominfo 1670 2016
Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo
Kategori|Category: Sosialisasi UU Pos 38 2009 dan SK Menkominfo 1670 2016
Dirjen Otda Kemendagri
Kategori|Category: Sosialisasi UU Pos 38 2009 dan SK Menkominfo 1670 2016
ITDP - Integrasi Konsep Eco-Mobility dalam Perencanaan Pembangunan Daerah - 2
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
ITDP - Integrasi Konsep Eco-Mobility dalam Perencanaan Pembangunan Daerah - 1
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
Koalisi Pejalan Kaki - Fasilitas Pejalan Kaki Hak Pejalan Kaki
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
Instran - Peran Pemerintah Kota dalam Perwujudan Eco-Mobility
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
Balikpapan - Eco-Mobility
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
KLHK - Kebijakan Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Bergerak
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
Macro Kusumawijaya - Strategi Perencanaan Kota Eco-Mobility
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
Kemenhub - Kebijakan Nasional Pengembangan Transportasi Berkelanjutan
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
APEKSI-WWF ID-ICLEI ID - Lokakarya Sustainable Urban Mobility
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
Daftar Peraih Penghargaan RKCI 2017
Kategori|Category: Lain-Lain
Surat Walikota Tarakan mengenai Penyelenggaraan Rakernas & ICE 2018
Kategori|Category: Rapat Kerja Nasional 2018
Buku Laporan Rakernis 2015
Kategori|Category: Rapat Kerja Teknis 2015
Inovasi Kota Denpasar
Kategori|Category: Peluncuran BP XII dan BP Transfer Program
Inovasi Kota Palembang
Kategori|Category: Peluncuran BP XII dan BP Transfer Program
 
Rasuna Office Park III Unit WO 06-09 | Komplek Rasuna Epicentrum | Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan 12960, INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | 8370 4703 [offline] | Fax: +62-21 8370 4733 | Email: info@apeksi.id | info@apeksi.or.id
 
© 2000-2017 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia