Komwil | Region II
Monday January 22, 2018
sawahlunto.pngbatam.pnggunungsitoli.pngbaubau.jpgprabumulih.jpgjakartapusat.jpgsolok.jpgpadang.jpgkotamobagu.jpgpekanbaru.jpgtual.jpgpariaman.pngdumai.jpgpasuruan.jpgpontianak.jpgpayakumbuh.jpgbanjarmasin.jpgjakartabarat.jpgcimahi.pngbogor.jpgmanado.jpgjayapura.jpgbanjarbaru.jpgsorong.jpgdenpasar.pngmalang.jpgbandung.jpgmagelang.jpgkupang.jpgpalangkaraya.jpgjambi.jpgpalopo.jpgbatu.jpgbanjar.pngcirebon.jpgpadangpanjang.jpgbekasi.jpgtangerang.jpgparepare.jpglubuklinggau.jpgsingkawang.jpgbinjai.jpgserang.pngsabang.jpgternate.jpgbandarlampung.pngtegal.pngsibolga.pngmadiun.jpgsubulussalam.jpgjakartatimur.jpgbukittinggi.jpgpematangsiantar.pngjakartautara.jpgkendari.jpgtanjungbalai.jpgkediri.jpgmedan.pngtanjungpinang.jpgpagaralam.jpgsurakarta.jpgbalikpapan.jpgjakartaselatan.jpgdepok.jpgpadangsidempuan.jpgcilegon.pngpalembang.pngpekalongan.pngtangerangselatan.jpgtidore.jpgbandaaceh.jpglangsa.jpgmakassar.jpgyogya.jpgtarakan.jpgbengkulu.jpgbima.jpggorontalo.jpgsamarinda.jpgtomohon.jpgmojokerto.jpgambon.jpgtasikmalaya.jpgmataram.jpgsurabaya.jpgprobolinggo.jpgsemarang.jpgpangkalpinang.jpgsalatiga.pngsukabumi.jpglhokseumawe.jpgpalu.jpgbontang.jpgblitar.jpgmetro.pngsungaipenuh.jpglogo-apeksi.pngbitung.jpgtebingtinggi.jpg

Bitung

Walikota
Maximilian Jonas Lomban
Wakil Walikota
Maurits Mantiri
Alamat
Jl. Sam Ratulangi No. 45, Bitung Tengah, Maesa, Kota Bitung
Provinsi
Sulawesi Utara
Tel
(0438) 21001, 21002, 21003
Fax
(0438) 21008, 30222
Informasi
Menurut cerita sejarah, nama Bitung diambil dari nama sebuah pohon (Oncosperma tigillarium syn. O. filamentosum; Nibung) yang banyak tumbuh di daerah utara Jazirah Pulau Sulawesi. Penduduk yang pertama yang memberikan nama Bitung adalah Dotu Hermanus Sompotan yang dalam bahasa daerah disebut dengan Tundu'an atau pemimpin. Dotu Hermanus Sompotan tidak sendirian tetapi pada saat itu dia datang bersama dengan Dotu Rotti, Dotu Wullur, Dotu Ganda, Dotu Katuuk, Dotu Lengkong. Pengertian kata Dotu adalah orang yang dituakan atau juga bisa disebut sebagai gelar kepemimpinan pada saat itu, sama seperti penggunaan kata Datuk bagi orang-orang yang ada di Sumatera. Mereka semua dikenal dengan sebutan 6 Dotu Tumani Bitung, mereka membuka serta menggarap daerah tersebut agar menjadi daerah yang layak untuk ditempati, mereka semua berasal dari Suku Minahasa, etnis Tonsea.

Daerah pantai yang baru ini ternyata banyak menarik minat orang untuk datang dan tinggal menetap sehingga lama kelamaan penduduk Bitung mulai bertambah. Sebelum menjadi kota, Bitung hanyalah sebuah desa yang dipimpin oleh Arklaus Sompotan sebagai Hukum Tua (Lurah) pertama desa Bitung dan memimpin selama kurang lebih 25 tahun, yang pada saat itu Desa Bitung adalah termasuk dalam Kecamatan Kauditan.

Dari Sekitar tahun 1940-an, para pengusaha perikanan yang mengusahakan Laut Sulawesi tertarik dengan keberadaan Bitung dibandingkan Kema (di wilayah Kabupaten Minahasa Utara sekarang) yang dulunya merupakan pelabuhan perdagangan, karena menurut pandangan mereka Bitung lebih strategis dan bisa dijadikan pelabuhan pengganti Kema.

Seiring dengan perkembangan Bitung sebagai suatu kawasan yang strategis serta jumlah penduduk yang semakin bertambah dengan pesatnya maka Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1975 tanggal 10 April 1975 Bitung diresmikan sebagai Kota Administratif pertama di Indonesia.

Sumber: wikipedia.org
Total Hits: 11
Created on: 22nd Dec, 2017 04:06 AM
Modified on: 5th Jan, 2018 06:53 AM

Dokumen terakhir | Latest document:

Majalah Kota Kita Edisi XX Desember 2017
Kategori|Category: Majalah Kota Kita
Majalah Kota Kita Edisi XIX Oktober 2017
Kategori|Category: Majalah Kota Kita
SK Menkominfo No.1670 Tahun 2016
Kategori|Category: Sosialisasi UU Pos 38 2009 dan SK Menkominfo 1670 2016
Pos Indonesia
Kategori|Category: Sosialisasi UU Pos 38 2009 dan SK Menkominfo 1670 2016
Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo
Kategori|Category: Sosialisasi UU Pos 38 2009 dan SK Menkominfo 1670 2016
Dirjen Otda Kemendagri
Kategori|Category: Sosialisasi UU Pos 38 2009 dan SK Menkominfo 1670 2016
ITDP - Integrasi Konsep Eco-Mobility dalam Perencanaan Pembangunan Daerah - 2
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
ITDP - Integrasi Konsep Eco-Mobility dalam Perencanaan Pembangunan Daerah - 1
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
Koalisi Pejalan Kaki - Fasilitas Pejalan Kaki Hak Pejalan Kaki
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
Instran - Peran Pemerintah Kota dalam Perwujudan Eco-Mobility
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
Balikpapan - Eco-Mobility
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
KLHK - Kebijakan Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Bergerak
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
Macro Kusumawijaya - Strategi Perencanaan Kota Eco-Mobility
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
Kemenhub - Kebijakan Nasional Pengembangan Transportasi Berkelanjutan
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
APEKSI-WWF ID-ICLEI ID - Lokakarya Sustainable Urban Mobility
Kategori|Category: Lokakarya Sustainable Urban Mobility
Daftar Peraih Penghargaan RKCI 2017
Kategori|Category: Lain-Lain
Surat Walikota Tarakan mengenai Penyelenggaraan Rakernas & ICE 2018
Kategori|Category: Rapat Kerja Nasional 2018
Buku Laporan Rakernis 2015
Kategori|Category: Rapat Kerja Teknis 2015
Inovasi Kota Denpasar
Kategori|Category: Peluncuran BP XII dan BP Transfer Program
Inovasi Kota Palembang
Kategori|Category: Peluncuran BP XII dan BP Transfer Program
 
Rasuna Office Park III Unit WO 06-09 | Komplek Rasuna Epicentrum | Jl. Taman Rasuna Selatan - Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan 12960, INDONESIA
Tel: +62-21 2947 5423 | 8370 4703 [offline] | Fax: +62-21 8370 4733 | Email: info@apeksi.id | info@apeksi.or.id
 
© 2000-2017 APEKSI | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia